Minggu, 3 Mei 2026

Berita Sepakbola

Kabar tak Sedap Warnai Kematian Maradona, Perawat Rumah Sakit Mengaku Dipaksa Beri Keterangan Palsu

Terbaru, tragedi kematian Diego Maradona pun semakin dramatis dengan munculnya sebuah skandal.

Tayang:
Editor: Saifullah
AFP PHOTO / ARGENTINIAN PRESIDENCY
Sebuah foto yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Argentina memperlihatkan sejumlah orang memberikan penghormatan terakhir kepada legenda sepakbola Argentina, Diego Maradona di Casa Rosada Presidentia, Kamis (26/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM - Legenda sepakbola dunia, Diego Armando Maradona memang telah meninggal pada Rabu (25/11/2020) lalu.

Namun, berita yang mengupas soal pemain yang terkenal dengan ‘go tangan tuhan’ tersebut tetap menarik bagi banyak pihak.

Terbaru, tragedi kematian Diego Maradona pun semakin dramatis dengan munculnya sebuah skandal.

Diego Maradona sendiri meninggal dunia di rumahnya, San Andres, Buenos Aires, Rabu (25/11/2020). Pahlawan Timnas Argentina pada Piala Dunia 1986 itu wafat akibat serangan jantung.

Cerita terbaru muncul dari Dahiana Gisela, suster yang bertugas merawat sang legenda sepakbola dunia tersebut.

Baca juga: VIDEO Penggemar Fanatik Maradona Berkumpul di Rumah Masa Kecil Si Tangan Tuhan

Baca juga: Jenazah Diego Maradona Diotopsi, Laporan Awal Tim Forensik Ungkap Penyebab Kematiannya

Baca juga: Maradona Bisa Lebih Hebat dari Siapapun Andai tak Terbujuk Masuk ke Dunia Hitam

Menurut berita Clarin yang dikutip BolaSport.com, Gisela dipaksa membuat keterangan palsu terkait kematian Maradona.

Dalam pernyataan pertama kepada jaksa yang menginvestigasi kasus kematian Maradona, dia mengaku sempat masuk ke kamar pasien sebelum kejadian berlangsung.

Namun, dalam pernyataan kedua, Gisela justru mengaku tidak memasuki ruangan. Gisela sempat mendampingi Susana Cosachov (psikiater) dan Carlos Diaz (psikolog) untuk menjalani pemeriksaan rutin terhadap Maradona pada siang hari.

Nah, kejadian selanjutnyalah yang menjadi cerita. Gisela dipaksa oleh Medidom, perusahaan medis tempat psikiater dan psikolog tersebut bekerja, untuk bilang kepada pihak penyelidik bahwa dirinya telah mengecek kondisi Maradona saat pagi hari.

Padahal, Gisela tidak melakukan pemeriksaan dan tak masuk ke kamar. Dia memang mendengar pergerakan Maradona di kamar, tetapi tidak masuk ke dalamnya.

Baca juga: VIDEO - Operasi Pembersihan RANJAU DARAT antara Tartar dan Sukovusan di Karabakh

Baca juga: Olimpiade Tokyo Ditunda, Kerugian Diprediksi Mencapai Rp 26,73 Triliun

Baca juga: Juventus Ditahan Tim Papan Bawah, Pirlo Luapkan Kekecewaan dan Akui Butuh ‘Magis’ Ronaldo

Sebuah laporan juga datang dari pukul 11:55 saat kunjungan Cosachov dan Diaz. "Setelah mengetuk pintu berkali-kali, pasien tidak merespons. Pada pukul 12.10, pasien tidak memiliki denyut nadi. PCR dasar dilakukan," bunyi laporan tersebut.

Sebelum mengembuskan nafas terakhir, Maradona meminta kepada keluarga agar tubuhnya dibalsem ketika meninggal. Dia jadi orang Argentina keempat yang diawetkan dengan cara tersebut.

Sebelumnya, ada Jose de San Martin (mantan jenderal), Juan Domingo Peron (eks presiden), dan istri Peron.(*)

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul "Skandal Laporan Palsu dalam Kasus Kematian Diego Maradona"

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved