Kamis, 11 Juni 2026

Satgas Tinombala Kepung Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur

Mahfud mengatakan bahwa perbuatan pelaku yang membunuh empat orang dalam satu keluarga tersebut sangat bengis dan keji.

Tayang:
KOMPAS.COM
Foto para DPO teroris kelompok Santoso, Selasa (15/03/2016). 

Deki menjelaskan, saat ini sebanyak 150 kepala keluarga telah diungsikan ke tempat lebih aman."Saat ini aman, semua warga di lokasi sudah diungsikan ke daerah yang ramai penduduk," kata Deki.

Sementara itu, berdasar hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, para pelaku datang membawa senjata laras panjang dan senjata api genggam. Awi menjelaskan, dari lima saksi yang diinterogasi menyatakan bahwa pelaku kurang lebih 10 orang tak dikenal (OTK).

Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyautama mengatakan, lokasi Desa Lemban Tongoa berada di daerah terpencil dan di kawasan perbukitan. Menurutnya, polisi masih dalam perjalanan menuju lokasi pembunuhan tersebut.

"Kita masih cek, lokasinya itu di atas bukit. Nanti kita informasikan lagi ya," terangnya.

Pelibatan TNI

Anggota Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin menegaskan, kejadian ini harus segera diusut tuntas dan jangan dibiarkan berlarut-larut. Bahkan bila diperlukan, seluruh sumber daya dan kekuatan harus dikerahkan untuk menumpas pelaku pembunuhan yang diketahui merupakan kelompok teroris.

Politikus PDIP ini menjelaskan Indonesia memiliki sejumlah satuan terbaik di TNI atau Polri. "Ini saatnya mereka diturunkan untuk menumpas teroris," ujarnya.

Mantan anggota Pansus RUU Anti-Terorisme DPR itu mengingatkan bahwa payung hukum atau undang-undang harus segera diselesaikan dulu. Regulasi itu adalah Peraturan Presiden (Perpres) Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme sebagai amanat dari Undang-Undang Nomor 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Anti-Terorisme).

"Perpres ini sudah ditunggu hampir 2 tahun, maka harus segera dirampungkan. Bila dibiarkan terlalu lama, kejadian seperti ini bisa terulang lagi," katanya.

Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) juga mengutuk keras kekerasan yang terjadi di Desa Lemban Tongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Serangan teror di Gereja Bala Keselamatan itu menyebabkan 4 orang meninggal dunia yang diduga dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

"PGI mengungkapkan rasa keprihatinan yang mendalam kepada keluarga yang berduka kepada segenap pleyan dan jemaat Gereja Bala Keselamatan," kata Humas PGI, Phillip Situmorang dalam keterangannya.

Phillip Situmorang selaku juru bicara PGI meminta aparat mengusut tuntas kasus, menangkap dan menindak tegas pelaku pembantaian. Pemerintah setempat juga diminta untuk memulihkan rasa trauma pada keluarga korban dan masyarakat sekitar karena melihat kejadian pembantaian, serta menjamin keamanan bagi mereka.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, memelihara kerukunan dan persaudaraan sambil mendukung upaya pemerintah menangani kasus ini," katanya.

PGI juga mendorong peran tokoh agama dan masyarakat proaktif dalam menanggulangi gerakan ekstrimisme yang menodai perdamaian NKRI. Umat Kristen di Indonesia juga diminta menyalakan lilin Advent di awal rangkaian Minggu serta mendoakan para korban beserta keluarga dan masyarakat di Kampung Lewonu, Dusun 5 Tokelemo itu.

"Kami terus mendoakan dan mendukung langkah dan upaya pemerintah memelihara keamanan dan ketentraman masyarakat di NKRI agar bebas dari aksi teror dan ekstrimisme," tutupnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved