Minggu, 3 Mei 2026

Internasional

Donald Trump Kecam CBSNews, Menuduh Wawacara Konyol Secara Sepihak

Presiden AS Donald Trump mengecam CBS News melalui tweet dengan marah pada Minggu (28/11/2020) malam.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden AS Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengecam CBS News melalui tweet dengan marah pada Minggu (28/11/2020) malam.

Trump menuduh jaringan itu menayangkan wawancara konyol, secara sepihak dengan mantan kepala keamanan pemilihannya.

Christopher Krebs adalah Kepala Keamanan Siber dan Infrastruktur Trump, sampai presiden memecatnya karena menyatakan pemilu 2020 sebagai yang paling aman dalam sejarah Amerika.

Dalam wawancara TV pertamanya sejak digulingkan dari Gedung Putih, Krebs mengatakan kepada program 60 Minutes bahwa dia mempertahankan pernyataannya.

Baca juga: Presiden Donald Trump Merasa Malu Dukung Calon Senator Georgia, Kalah Suara dari Joe Biden

Dilansir AP, Senin (30/111/2020), dia juga mempertahankan pernyataanya sebagai kepala keamanan siber.

“Kami melakukan pekerjaan dengan baik," katanya.

"Kami juga melakukannya dengan benar," tambahnya.

"Saya akan melakukannya seribu kali lipat,” klaimnya.

Presiden mengecam keras saluran berita setelah wawancara yang disiarkan, menuduh CBS tidak menghubungi tim kampanyenya tentang pernyataan Krebs'.

Trump mengklaim bahwa keamanan pada pemilu telah menjadi lelucon internasional.

Baca juga: Konferensi Pers Presiden Donald Trump Bertele-tele, Siap Buat Keributan Sampai Akhir Masa Jabatan

“Pemilu 2020 kami, dari Dominion berperingkat buruk hingga Negara TERBANJIR dengan surat suara Mail-In yang tidak terhitung, mungkin adalah yang paling tidak aman bagi kami!” tweet Trump.

Twitter segera menandai postingan tersebut, dengan mengatakan klaim tentang kecurangan pemilu ini diperdebatkan, seperti yang terjadi pada banyak tweetnya sejak pemilu 3 November. 2020.

Bersamaan dengan wawancara 60 Menit, Krebs memposting serangkaian tweet pada Minggu (29/11/2020).

Dia sekali lagi membantah klaim penipuan pemilih yang meluas.

Krebs menulis bahwa pembuangan pemungutan suara seperti yang diklaim oleh beberapa Partai Republik tidak terjadi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved