YARA Minta Usut Dugaan Prostitusi Online
Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta pihak berwajib dan pemerintah setempat untuk mengusut tuntas dugaan prostitusi online
MEULABOH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta pihak berwajib dan pemerintah setempat untuk mengusut tuntas dugaan prostitusi online yang melibatkan siswa SMP di Meulaboh.
"Merasa miris dengan kondisi hari ini yang terjadi di Meulaboh. Pasalnya, melibatkan siswi yang masih duduk di tingkat SMP. Hal ini tidak bisa dibiarkan di negeri syariat ini," kata Ketua YARA Meulaboh, Hamdani kepada Serambi, Rabu (2/12/2020).
YARA mendesak agar germo segera ditangkap. Jangan sampai anak-anak lainnya ikut terjerumus dalam perbuatan hina tersebut. Menurutnya, jika anak tingkat SMP saja sudah terjerumus, maka sudah tentu orang dewasa ada di dalamnya.
"Dugaan kami ada motif lain di balik semua ini, sehingga anak tingkat SMP menjadi korban perbuatan terlarang tersebut. Kami berharap pemerintah dapat memberikan pembinaan yang lebih baik kepada mereka yang telah terlibat terutama anak-anak demi masa depan mereka yang lebih baik," ujar Hamdani.
Sebelumnya, Bupati Aceh Barat Ramli MS menanggapi dugaan prostitusi yang melibatkan anak-anak tingkat SMP di daerah tersebut. Pihaknya memerintahkan dinas dan instansi di jajarannya untuk melakukan pengawasan dan pembinaan kepada mereka yang terlibat dalam kasus tersebut.
Upaya pemberantasan kemaksiatan terus dilakukan dengan SOP yang ada di instansi terkait seperti Satpol PP dan WH di daerah tersebut. "Kami sudah membidik masalah prostitusi tersebut, dan kiami minta kepada Satpol PP dan WH, MPD, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Keluarga Berencana DP3AKB, dan pihak kepolisian untuk membina mereka yang sudah telanjur," kata Ramli MS.(c45)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/petugas-temukan-kondom-di-warung-remang-remang.jpg)