Breaking News:

Luar Negeri

Gagal Ginjal Total Selama Pandemi Corona, Gadis Ini Minta Bantuan Melalui Media Sosial

Pemerintah Wales mengatakan para dokter harus menyeimbangkan kebutuhan transplantasi dengan "tantangan penularan Covid di komunitas secara luas".

Editor: Mursal Ismail
DIANA ISAJEVA
Diana Isajeva mengalami gagal ginjal total selama pembatasan sosial virus Covid-19 di Inggris. 

“Pada usia 19 tahun, para dokter menyelamatkan hidup saya. Saya harus menjalani kemoterapi agar dapat terus hidup setelahnya. Itulah yang mempengaruhi ginjal saya,” tutur wanita yang kini berusia 27 tahun itu.

Delapan tahun kemoterapi berdampak buruk pada tubuhnya dan ginjalnya tidak dapat diselamatkan.

Pandemi Covid-19 memaksanya menunda tes darah bulanan yang biasa dia lakukan sampai empat bulan. Sementara kemoterapi ditunda selama 10 minggu.

"Saya mengerti mengapa bangsal rumah sakit diubah menjadi bangsal Covid-19 dan dokter ginjal harus bekerja untuk membantu mereka yang menderita Covid-19.

Tapi pandemi juga membuat kondisi saya memburuk lebih cepat," ujarnya. 

Dengan penurunan fungsi ginjal yang sangat besar, dokter mengatakan taruhan terbaiknya untuk menjalani hidup sehat adalah transplantasi.

"Mendapat berita itu mengerikan, pada dasarnya diberi tahu bahwa Anda sedang sekarat dan kemudian tidak dapat memeluk siapa pun atau melihat siapa pun yang dapat mendukungnya sangat, sangat sulit," ujarnya.

Keluarga Diana semuanya tinggal di luar negeri, sehingga tidak dapat menawarkan diri sebagai donor.

Sementara tunangannya, Sandeep Singh Randhawa, bukanlah donor yang cocok. Itulah mengapa Diana memutuskan untuk meminta bantuan kepada publik.

Isajeva golongan darahnya O, artinya ia bisa dapat menjadi donor untuk orang dengan golongan darah A, B dan AB.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved