Selasa, 2 Juni 2026

Dua Ekor Harimau Sumatera Masuk Perangkap BKSDA, Masih Ada yang Berkeliaran

Harimau pertama masuk perangkap, Minggu (6/12/2020) dan Senin (7/12/2020) ini masuk satu ekor lagi.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Foto: BKSDA
Dua ekor harimau sumatera masuk perangkap BKSDA di Solok, Sumatera Barat (Foto: BKSDA) 

SERAMBINEWS.COM, PADANG - Dua ekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) berhasil masuk perangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Harimau pertama masuk perangkap, Minggu (6/12/2020) dan Senin (7/12/2020) ini masuk satu ekor lagi.

"Sudah dua ekor yang masuk perangkap. Kemarin dan hari ini," kata Kepala BKSDA Kabupaten Solok, Afrilius yang dihubungi Kompas.com, Senin.

Afrilius mengatakan, harimau yang masuk perangkap kemarin berjenis kelamin betina.

"Sedangkan yang masuk hari ini sedang kita identifikasi," kata Afrilius.

Afrilius mengatakan, dua harimau itu dijebak dengan umpan berupa ayam dan anjing.

Saat ini, kata Afrilius, pihaknya masih memasang perangkap karena diperkirakan masih ada harimau yang berkeliaran.

"Dari jejak yang kita temukan ada banyak. Maklum itu adalah daerah perbatasan sehingga jadi perlintasan harimau itu," jelas Afrilius.

Muncul di tepi jalan raya

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau sumatera sedang berjalan di tepi jalan raya di Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat viral di media sosial.

Sebuah akun instagram @infopadang menayangkan video berdurasi 25 detik yang memperlihatkan seekor harimau sedang berjalan di tepi jalan raya.

Terlihat ada sebuah mobil yang berhenti di depan harimau itu, namun sang harimau tetap saja berjalan.

Video itu diunggah pada Rabu (2/12/2020) oleh akun itu dan hingga sekarang sudah 73.000 lebih  video itu diputar.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Solok Afrilius membenarkan keberadaan satwa langka yang dilindungi negara itu.

Menurut Afrilius, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari warga tentang kemunculan harimau di daerah pemukiman warga pada Rabu (2/12/2020).

"Sekitar pukul 7.30 WIB Rabu, 2 Desember 2020, Camat Kecamatan Danau Kembar Eka Putra, memberitahukan via WA kepada Kepala Resort Konservasi Solok, bahwa ada harimau yang muncul," kata Kepala BKSDA Kabupaten Solok Afrilius yang dihubungi Kompas.com, Kamis (3/12/2020).

Afrilius mengatakan, harimau tersebut memasuki permukiman dan kemudian memangsa ternak warga.

"Ada seekor itik dan lima anjing peliharaan warga yang dimangsa harimau tersebut," jelas Afrilius.

Afrilius mengatakan, harimau itu muncul juga di dua lokasi, yaitu di Jorong Ingu dan Jorong Rawang Gadang Nagari Simpang Tanjung nan Ampek, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok.

"Di lokasi itu, harimau juga memangsa dua ekor ayam dan dua ekor anjing peliharaan warga," jelas Afrilius.

Baca juga: BREAKING NEWS - Harimau Sumatera Terekam Kamera Trap yang Dipasang BKSDA Subulussalam

Baca juga: Harimau Masuk Permukiman, Warga Resah

Harimau Sumatera yang Terekam Kamera Trap BKSDA di Subulussalam

Harimau Sumatera sumatera (Phantera Tigris Sumatrae) yang terekam Kamera jebakan atau camera trap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Subulussalam berjumlah dua individu.

Kedua harimau ini terekam kamera saat akan kembali memangsa sisa tubuh sapi yang diterkam sehari sebelumnya, Sabtu (21/11/2020) di Desa Lae Motong Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Sang harimau diduga kembali untuk memakan sisa tubuh sapi  yang masih tertinggal di lokasi kejadian.

Setelah mendapatkan rekaman tersebut, tim melakukan penelusuran jejak-jejak arah keluar masuknya harimau di lokasi terkait.

Kabarnya, BKSDA akan kembali memasang kamera trap di titik-tikik jalur keluar masuknya harimau.

Sebagaimana diberitakan, kamera jebakan atau camera trap berhasil merekam harimau sumatera (Phantera Tigris Sumatrae).

Harimau tersebut terekam kamera trap yang dipasang tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Subulussalam Sabtu (21/11/2020) di Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan.

Informasi terekamnya sosok binatang buas ini diperoleh Serambinews.com Minggu (22/11/2020) setelah anggota BKSDA bersama pihak keamanan melaksanakan patroli keamanan di seputaran lokasi yang telah didatangi harimau.

Kabarnya, berdasarkan pengecekan kamera empat trap yang sebelumnya dipasang berhasil merekam sosok harimau sumatera yang memangsa ternak sapi milik warga di sana.

Dalam rekaman itu, sang harimau tersebut tampak kembali untuk memakan sisa tubuh sapi  yang masih tertinggal di lokasi kejadian.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Subulussalam memasang kamera jebakan atau camera trap untuk memantau harimau sumatera.

Pemasangan kamera trap ini menyusul munculnya satwa liar tersebut ke dekat permukiman penduduk dan memangsa hewan ternak, Sabtu (21/11/2020) di Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan.

Riya Kamba, S.Hut, salah seorang petugas BKSDA wilayah II Subulussalam yang turun ke lokasi membenarkan adanya temuan bangkai bekas terkaman harimau termasuk jejak sang binatang buas itu.

Namun sejauh ini pihak BKSDA belum dapat memastikan berapa individu harimau yang masuk ke dekat permukiman penduduk lantaran jejak kaki kurang jelas akibat musim hujan.

Tim BKSDA hanya dapat memperkirakan harimau tersebut sudah dewasa. Hal itu berdasarkan jejak kaki yang masih tersisa dan petunjuk lain.

Hewan ternak milik Gunawan Cibro, ini menurut Riya Kamba dimangsa harimau dari kandangnya yang terletak di kebun kelapa sawit dekat permukiman warga.

Guna mendeteksi secara jelas soal sosok harimau tersebut, tim pun memasang empat unit kamera trap.

BKSDA juga berdiskusi dengan masyarakat  terkait koflik harimau yang menggegerkan penduduk setempat.

“Malam ini kami tim  BKSDA , WCS dan pemilik ternak sapi  akan berjaga di lokasi sekitar TKP untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan,” terang Riya Kamba.

Sebagaiman berita sebelumnya, Harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae) kembali muncul ke dekat permukiman penduduk di Kota Subulussalam.

Informasi yang diterima Serambinews.com, Sabtu (21/11/2020) ‘si raja rimba’ itu menerkam ternak sapi milik warga di Desa Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam.

Ternak sapi yang dimangsa tersebut milik warga bernama Gunawan Cibro. Peristiwa itu diperkirakan terjadi  sekitar pukul 01.00 WIB atau jelang dinihari tadi.

Kemunculan hewan dilindungi ini kembali meresahkan masyarakat Kota Subulussalam khususnya di Lae Motong.

Pasalnya hewan bertaring ini, mulai memangsa hewan ternak dan kemunculannya juga membuat masyarakat sekitar takut ke kebun.

Padahal, konflik antara harimau dengan manusia di Subulussalam baru saja mereda sekitar empat bulan.

Menyikapi masalah tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Subulussalam turun ke lapangan.

Tim BKSDA Aceh seksi konservasi wilayah ll Subulussalam turun bersama WCS-IP dan masyarakat mengecek lokasi temuan ternak yang diterkam harimau.

“Benar ada laporan warga soal kemunculan harimau, kami sudah turun ke lokasi dan menemukan sisa ternak yang dimangsa,” kata Riya Kamba, S.Hut, petugas BKSDA Kota Subulussalam.

Menurut Riya Kamba, hewan ternak yang dimangsa harimau berjumlah satu ekor dan ada sisa bangkai ditemukan di sekitar kandang.

Kandang ternak sapi ini terletak di kebun kelapa sawit terpaut sekitar dua kilometer dari permukiman penduduk.

Selain bangkai sapi bekas mangsa harimau, tim BKSDA juga menemukan jejak hewan pemangsa tak jauh dari lokasi kejadian.(*)

Baca juga: Penyebab Kebakaran Rumah di Pea Bumbung, Singkil Diduga Akibat Arus Pendek

Baca juga: VIDEO - Penangkapan Tersangka PENYELUNDUP MIGRAN asal Suriah di Turki

Baca juga: Menkes Terawan: 1,2 Juta Vaksin Covid-19 yang Tiba di Indonesia Jenis Virus SARS-CoV-2

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dua Ekor Harimau Sumatera Masuk Perangkap BKSDA di Solok",

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved