Minggu, 7 Juni 2026

Internasional

Pejabat Senior PLO Mengundurkan Diri, Serukan Pergantian Generasi Kepemimpinan

Mantan negosiator Palestina dan pembela hak-hak perempuan, Hanan Ashrawi mengundurkan diri dari jabatan seniornya di Organisasi Pembebasan Palestina (

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Mantan Negoisator Palestina, Hanan Ashrawi 

SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Mantan negosiator Palestina dan pembela hak-hak perempuan, Hanan Ashrawi mengundurkan diri dari jabatan seniornya di Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Dia menyerukan reformasi politik dengan pergantian generasi kepemimpinan.

Ashrawi (74) tidak memberikan alasan pengunduran dirinya.

Dia hanya mengatakan Komite Eksekutif PLO, yang dia layani, telah terpinggirkan dari pengambilan keputusan.

Dilansir Reuters, Komite beranggotakan 15 orang, badan paling senior PLO, dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan tidak sering dihadiri oleh pemimpin berusia 85 tahun itu.

"Sistem politik Palestina membutuhkan pembaruan dan penyegaran dengan masuknya pemuda, wanita dan profesional tambahan yang memenuhi syarat," kata Ashrawi.

"Saya yakin inilah saatnya untuk melaksanakan reformasi yang diperlukan dan mengaktifkan PLO dengan cara yang mengembalikan kedudukan dan perannya." harapnya.

Baca juga: Pangeran Terkemuka Arab Saudi Kritik Keras Israel, Palestina Tidak Dibahas di KTT Bahrain

Dalam pernyataan singkatnya, Abbas mengatakan telah menerima pengunduran diri Ashrawi.

Kritikus menuduh Abbas membiarkan institusi politik Palestina di bawah otoritasnya di Tepi Barat mengalami stagnasi.

Tidak ada pemilihan presiden atau parlemen untuk Otoritas Palestina, yang dipimpinnya, selama lebih dari satu dekade.

Hari-hari negosiasi Ashrawi berawal dari pembicaraan publik paling awal yang dimediasi AS dengan Israel pada tahun 1991 di Konferensi Madrid,

Sebagai juru bicara PLO dia mengartikulasikan pencarian Palestina untuk kenegaraan kepada dunia.

Setelah penandatanganan Kesepakatan Oslo dengan Israel pada tahun 1993, Ashrawi bertugas di kabinet Otoritas Palestina yang baru dibentuk.

Baca juga: Ratusan Warga Palestina Hadiri Pemakaman Seorang Remaja yang Ditembak Israel

Palestina memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas di Tepi Barat.

Seorang pejuang hak-hak perempuan, Ashrawi adalah perempuan pertama yang terpilih menjadi anggota Komite Eksekutif pada 2009.

Ia terpilih kembali ke kelompok tersebut pada 2018 dan mengepalai Departemen Diplomasi dan Kebijakan Publik.(*)

Baca juga: Arab Saudi Siap Mencari Resolusi Diplomatik dan Ketegangan Regional, Khususnya Palestina

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved