Senin, 8 Juni 2026

AS dan Israel Serang Iran

Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah Pangkalan AS di Kuwait, Hanggar Drone Hancur Diserang Iran

Serangan itu terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara Washington dan

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/mehrnews
Citra satelit terbaru menunjukkan bahwa serangan Iran pada Sabtu pagi terhadap pangkalan AS di Kuwait telah menghancurkan sepenuhnya hanggar drone di sana. 

SERAMBINEWS.COM – Citra satelit terbaru mengungkap kerusakan signifikan di Pangkalan Udara Ali al-Salem, Kuwait, setelah serangan rudal Iran yang dilancarkan pada Sabtu lalu.

Berdasarkan pembaruan gambar satelit, sebuah hanggar yang digunakan untuk menyimpan drone militer Amerika Serikat dilaporkan hancur total akibat serangan tersebut.

Serangan itu terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.

Trump Klaim Gudang Rudal Iran Tinggal 22 Persen Usai Serangan AS

 Iran melancarkan serangan balasan menyusul operasi militer AS di wilayah selatan Iran yang menurut Teheran merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang berlaku.

Sejumlah sumber Amerika sebelumnya mengakui adanya kerusakan pada aset drone militer AS setelah serangan tersebut.

Kini, citra satelit terbaru memperlihatkan bahwa hanggar drone di pangkalan tersebut mengalami kehancuran yang cukup parah.

Iran Serang Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain sebagai respons atas serangan pesawat tanpa awak AS terhadap sejumlah lokasi di wilayah Iran.

Menurut laporan Tasnim News, Pasukan Dirgantara IRGC menembakkan rudal balistik ke Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait serta fasilitas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

IRGC menyebut serangan itu merupakan balasan atas serangan drone Amerika terhadap menara telekomunikasi di Pulau Qeshm dan kawasan Sirik.

Dalam pernyataannya, Iran juga memperingatkan bahwa setiap agresi lanjutan dapat memicu langkah yang lebih luas, termasuk penutupan total Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dan gas dunia.

Ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasar energi global dan potensi dampak ekonomi yang lebih besar.

Konflik Memanas Meski Gencatan Senjata Berlaku
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari. Langkah itu memicu rangkaian serangan balasan yang memperluas konflik di kawasan.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan terhadap Israel dan menargetkan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS. Teheran juga sempat mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi dunia.

Meski gencatan senjata telah diberlakukan, situasi di kawasan masih rapuh. Upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas terus berlangsung di tengah ancaman eskalasi baru antara Iran dan Amerika Serikat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved