Breaking News:

Distribusi Air Belum Lancar, Warga Jeulingke 6 Hari Tak Ada Air

Pihak PDAM mengaku baru bisa mendistribusikan air bersih sebesar 75 persen atau 450-550 liter/detik, dari biasanya mencapai 600-700 liter per detik

Editor: bakri
Distribusi Air Belum Lancar, Warga Jeulingke 6 Hari Tak Ada Air
Serambinews.com
T NOVIZAL AIYUB, Direktur PDAM Tirta Daroy. (Serambinews.com/file)

BANDA ACEH - Distribusi air bersih dari PDAM Tirta Daroy ke rumah-rumah pelanggan belum maksimal. Pihak PDAM mengaku baru bisa mendistribusikan air bersih sebesar 75 persen atau 450-550 liter/detik, dari biasanya mencapai 600-700 liter per detik.

Terkait tak maksimalnya distribusi air bersih tersebut, warga di kawasan Jeulingke mengeluhkan hal itu. Bahkan mereka sudah enam hari mati air. "Di rumah kami ini dan juga di rumah tetangga sudah enam hari tidak hidup air. Informasi jadwal gilir suplai air yang dipublikasi oleh PDAM Tirta Daroy di sosmed juga sudah tidak sesuai lagi. Di situ tertera gampong kami hidup, tapi faktanya setetes pun tak ada," tandas Hari Abu Attaya, warga Jurong Jeulingke Indah, Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala.

Karena itu, Hari berharap pihak PDAM Tirta Daroy dapat menepati janjinya bahwa di bulan Desember 2020 ini masalah air bisa tuntas. "Lelah kami harus beli air terus," pungkasnya.

Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub mengatakan, belum maksimalnya distribusi air bersih karenamemang  realisasi pekerjaan, terutama revitalisasi bak penyaringan dan penjernihan air baru selesai sebesar 75 persen.

Untuk menyelesaikan sisa pekerjaan itu, kata Ampon Yub--sapaan akrab T Novizal Aiyub--masih butuh waktu satu atau dua minggu lagi. “Mudah-mudahan disisa waktu bulan Desember ini, pekerjaan revitalisasi itu tuntas,” jelasnya kepada Serambi, Kamis (10/12/2020).

Karena itu, Ampon Yub memohon kepada pelanggan PDAM Tirta Daroy yang belum menerima distribusi air bersih secara penuh untuk bersabar. “Semoga dalam waktu dekat distribusi air bersih sudah full kembali,” ucapnya.

Dijelaskan, saat ini sudah ada beberapa alat penjernihan air yang terpasang. Namun untuk kesempurnaan fungsinya, alat tersebut harus benar-benar pas dudukan maupun kemiringannya. Sebab jika bergeser sedikit saja, maka penyaringan penjernihannya tidak maksimal. “Jika seperti itu, maka harus dibongkar dan dipasang ulang. Ini yang membuat pekerjaan pemasangan saringan menjadi lama,” terang Ampon Yub.

Menurutnya, ada tiga bak penjernihan air baku yang sudah dipasang alat penyaringan sarang tawon terbuat dari lempengan baja ringan dan sudah dioperasikan. Alat itu menghasilkan air bersih yang cukup jernih, dan airnya sudah didistribusikan kepada pelanggan. “Karena baru tiga bak yang selesai, distribusi air bersih kepada 51.000 pelanggan PDAM Tirta Daroy tentu belum cukup, dan tetap akan terjadi antrean pendistribusiannya.”

“Distriusi dilakukan mulai pukul 9 pagi setiap harinya. Dari tiga hari penyaluran, satu hari mati. Kenapa harus mati, faktor penyebabnya, karena satu lagi bak penyaringan air bersih, belum selesai dikerjakan,” pungkasnya.

Dirut PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub menambahkan, kondisi cuaca sangat mempengaruhi pekerjaan revitalisasi bak penyaringan dan penjernihan air. Dikatakan, jika hujan turun, maka pekerjaan pengelasan saringan penjernihan air harus berhenti.

Karena lokasi bak yang sedang di pasang saringan alat penjernihan air, belum diatapi. Sementara baknya sudah selesai 100 persen, sudah mulai diatapi dengan atap seng. Pengatapan bagi bak yang sudah di pasang saringan air, dimaksudkan untuk memperlambat tumbuhnya lumut. Karena air yang sudah dijernihkan, kalau langsung terkena sinar mata hari pada siang hari, baknya cepat berlumut dan berdebu.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved