Jumat, 5 Juni 2026

Internasional

Pendiri Universitas Johns Hopkins Miliki Sejarah Panjang Perbudakan

Universitas John Hopkins ternyata menyimpan sejarah panjang perbudakan.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Universitas John Hopkins
Johns Hopkins, pendiri Universitas Johns Hopkins, terlihat dalam lukisan potret dalam usia 40 tahun pada 1835. 

SERAMBINEWS.COM, BALTIMORE- Universitas Johns Hopkins ternyata menyimpan sejarah panjang perbudakan.

Pada tahun 1807, Johns Hopkins yang berusia 12 tahun dipanggil pulang dari sekolah berasrama untuk bekerja di ladang pertanian tembakau keluarga yang luas di Maryland.

Setelah ayahnya, mengikuti arahan pendeta Quaker membebaskan budak keluarga.

Johns Hopkins muda tumbuh menjadi pengusaha yang sangat sukses.

Dilansir AP, Kamis (10/12/2020), Seiring berjalannya cerita, dia menjadi seorang abolisionis yang memiliki komitmen tinggi.

Setelah kematiannya pada tahun 1873, dia meninggalkan 7 juta dolar AS, warisan filantropi terbesar dalam sejarah Amerika saat itu.

Baca juga: USCND Langsa dan Universitas Almuslim Bireuen Jalin Kerjasama Pendidikan dan Penelitian

Dia mendirikan universitas riset pertama di negara itu, bersama dengan sebuah rumah sakit yang melayani orang miskin kota tanpa memperhatikan jenis kelamin, usia atau warna kulit.

Kejujuran Hopkins telah menjadi batu ujian bagi lembaga yang ia dirikan.

Namun, bagian penting dari cerita itu ternyata tidak benar.

Pada Rabu (9/12/2020), Universitas Johns Hopkins merilis penelitian baru yang mengungkapkan ada orang-orang yang diperbudak dalam rumah tangga pendiri itu hingga akhir 1850.

Sementara keterikatan keluarga Hopkins dengan perbudakan dan universitas tidak menemukan bukti ada pembebasan budak oleh ayah Johns Hopkins.

Baca juga: Universitas Teuku Umar Buka Lowongan Kerja untuk Calon Dosen Tetap Non-PNS, Berikut Syaratnya

Adapun klaim lama Hopkins sendiri memegang keyakinan abolisionis, tidak jelas apakah mereka bersandar pada bukti.

Dalam sebuah surat kepada komunitas Hopkins, para pemimpin universitas, sekolah kedokteran, dan sistem medis mengumumkan upaya bertahun-tahun.

Setelah mempelajari lebih lanjut hubungan keluarga Hopkins dengan perbudakan, yang disebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengungkapan tentang Johns Hopkins, kata para pemimpin, mengingatkan tidak hanya bab paling gelap dalam sejarah negara kota ini.

Baca juga: Urutan 10 Universitas Terbaik di Indonesia, Pertama UGM, Ada Satu di Antaranya Kampus Swasta

Tetapi juga sejarah kompleks lembaga ini sejak saat itu, dengan warisan rasisme dan ketidakadilan yang terus berjalan sampai saat ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved