Berita Aceh Tengah
Serambinews.com Siarkan "Desember Kopi Bako-E" dari Kampung Arul Latong Aceh Tengah
Arul Latong juga dideklarasikan sebagai Kampung Wisata Kopi dalam rangka meraih nilai tambah dari kopi.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mursal Ismail
Arul Latong juga dideklarasikan sebagai Kampung Wisata Kopi dalam rangka meraih nilai tambah dari kopi.
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Serambinews.com siarakan penyelenggaraan "Desember Kopi Bako-E" secara live dari Kampung Arul Latong, Kecamatan Bies, Aceh Tengah, Sabtu (26/12/2020) pukul 09.00 WIB.
Rangkaian acara "Desember Kopi Bako-e" meliputi "pesejuk" mesin penggiling kopi berjalan atau "huler kopi mobile" .
Mesin penggiling kopi berjalan ini merupakan inovasi mesin penggilangan kopi yang bisa dipindah-pindah sesuai pesanan petani kopi.
Arul Latong juga dideklarasikan sebagai Kampung Wisata Kopi dalam rangka meraih nilai tambah dari kopi.
Selain itu, di Arul Latong juga terdapat sumber mata air ais, air panas dan air dingin yang kelak akan dikembangkan sebagai lokasi wisata.
Baca juga: Jelang Duel Liverpool vs Tottenham Hotspur, Mourinho: The Reds dan Jurgen Klopp Nyaris Sempurna
Baca juga: VIRAL Sempat Kira Suami Lupa Hari Perayaan Pernikahan, Ternyata Hadiah Istimewa Telah Disiapkan
Baca juga: Pria Asal Aceh Meninggal di Malaysia, Sudah 14 Hari Belum Ada Informasi Tentang Keluarganya
Reje Arul Latong, M. Arifin, SH menyebutkan huler kopi mobil dibuat atas biaya dana desa sebesar Rp 320 juta dan pengelolaannya di bawah Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).
Huler tersebut mampu menggiling kopi gabah menjadi kopi labu sebanyak 1 ton per jam.
"Selama ini petani harus antre mengantar kopi ke pabrik penggilingan.
Sekarang mesin penggiling kopinya yang datang kepada petani kopi," ujar Arifin yang sukses memberangus praktik "sen berujung" atau rentenir yang membungakan uang.
Rangkaian Desember Kopi Bako-e diArul Latong juga berisi doa untuk korban tsunami Aceh.
Arul Latong sekitar 10 Km dari Kota Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh Tengah, merupakan salah satu lokasi perkebunan kopi rakyat yang dikenal subur, terutama kebun kopi yang berada di tiga sumber mata air alam tadi.
Kampung ini mudah dicapai, jalan sudah aspal dan nyaman dilalui kendaraan roda empat.
Reje Arifin mengatakan, bahwa pihaknya ingin perkebunan kopi rakyat tidak hanya diolah sebagai kebun semata, melainkan dikembangkan sebagai tujuan wisata. Ia juga merencanakan untuk menanami alpokat di kawasan itu.
"Desember Kopi Bako-E" digagas sejak 2016 dimaksudkan sebagai bagian dari perayaan panen kopi. Tahun ini selain kopi, juga mengangkat potensi tembakau Gayo. (*)