Selasa, 12 Mei 2026

Anak Saksikan Saat Ibu Sujud Syukur, Kapolda Serahkan Rumah Bantuan

Juwairiah binti M Taher (46) terharu saat menerima rumah bantuan yang diserahkan Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada M Phil di Gampong Pante

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NAZAR
Juwairiah, janda miskin di Gampong Pante, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Rabu (16/12/2020) sujud syukur saat menerima rumah bantuan Polda Aceh. 

SIGLI - Juwairiah binti M Taher (46) terharu saat menerima rumah bantuan yang diserahkan Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada M Phil di Gampong Pante, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Rabu (16/12/2020).

Bahkan, janda miskin itu menangis hingga bersujud syukur yang disaksikan dua anaknya, Muhammad Safrizal (11) dan Miftahul Jannah (9). Ketika itu, kedua anak ini berdiri di samping sang ibu.

Amatan Serambi, Juwairiah tak mampu membendung air mata saat menerima kunci rumah bantuan Polda Aceh. Air mata janda miskin yang ditinggal suami itu tumpah ketika Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada menunjukkan gambar rumah lama milik Juwariah. Penyerahan rumah bantuan itu turut disaksikan, Bupati Pidie, Roni Ahmad SE atau Abusyik dan Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH. "Terima kasih Pak Kapolda, terimakasih Pak Kapolda," ucap Juwairiah terbata-bata sembari sujud syukur ke tanah di depan rumahnya di Gampong Pante, Kecamatan Simpang Tiga, kemarin

Juwairiah kepada Serambi mengakui, dirinya bekerja sebagai tukang cuci pakaian dengan upah Rp 10 ribu per hari. Ia mencari rezeki bagi dua anaknya yang masih kecil sejak ditinggal suaminya enam tahun lalu. Dengan upah yang sangat kecil, janda itu tidak mampu memperbaiki rumah yang rusak. Sementara rumah itu peninggalan orang tuanya yang sudah meninggal.

Kehidupan Juwairiah sangat menyedihkan, akibat rumah yang ditempatinya itu tidak bisa ditempati. Sebab, atap bocor dan dinding dari papan sudah lapuk dan bolong-bolong. Sehingga harus menumpang tidur pada tetangganya. "Saya sangat bersyukur Pak Kapolda memberikan rumah bantuan," ujarnya.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada mengatakan, pembangunan rumah bagi kaum duafa dilakukan melalui program "Kue Surga" yang digagasnya. Di Pidie, kata jenderal berbintang dua, sudah dua rumah duafa dibangun Polda Aceh. Di kampung pedalaman Aceh, kerap dibangun dan merenovasi rumah yang dinilai layak menerima bantuan.

" Saya juga menyerahkan tas sekolah dan bungkusan paket berisi baju sekolah, baju harian, paket buku, alat tulis, dan perlengkapan bekal makan yang diberikan kepada dua anak Juwairiah," jelasnya.

Kapolda menyebutkan, rumah bantuan yang dibangunnya merupakan sumbangan dari sahabatnya, rekannya, dan seluruh personel Polda Aceh yang tanpa paksaan bersedekah untuk meringankan beban warga yang hidup melarat.

Menurutnya, ruang untuk berbagi selalu terbuka sebagai jalan untuk beribadah. Untuk itu, Kapolda mengajak warga yang mampu untuk menghilangkan beban terhadap warga yang mengalami kesulitan dengan memakmurkan sedekah. "Yang menerima mendapat surga dunia, sementara yang memberi mendapat surga akhirat" ujarnya.

Saat meninggalkan lokasi kegiatan, Kapolda Aceh diserbu anak-anak saat menuju mobilnya. Kapolda Aceh lalu menyapa anak-anak untuk terus memberi motivasi agar mereka belajar, sembari membagikan buku bacaan dan alat tulis.

Sebelumnya, Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada meresmikan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Simpang Tiga, Rabu (16/12/2020). Bangunan mapolsek itu sebelumnya terbakar akibat konslek listrik pada Minggu (1/3/2020)

Kapolda Aceh mengatakan, bangunan mapolsek yang baru dibangun tinggi sehingga bisa terlindung dari banjir. Tapi, sebut jenderal berbintang dua, Koramil Simpang Tiga juga  perlu dibenahi sehingga sama dengan mapolsek. " Tanpa mendahului Pak Pangdam, saat ini Pak Bupati, mapolsek sudah gagah, tentunya koramilnya pun harus gagah juga Pak Bupati. TNI dan Polri kan satu, makanya dua-duanya harus gagah," ujarnya disambut tepuk tangan.

Sementara Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK menyebutkan, Mapolsek Simpang Tiga dibangun kembali dalam bentuk rehab setelah musibah terbakarnya pada Minggu (1/3/2020). Anggaran pembangunan mapolsek bersumber dari APBK-Perubahan 2020 Rp 600 juta lebih yang dikerjakan CV Putra Mutiara.

Dikatkan, Mapolsek Simpang Tiga itu sudah dibangun pada tahun 1991 di tanah seluas 527 meter persegi yang dihibahkan masyarakat. Kantor Polsek tersebut berada di pinggir jalan provinsi Simpang Tiga-Sigli di Gampong Pante, Kecamatan Simpang Tiga. (naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved