Breaking News:

Berita Nasional

Sistem Desentralisasi Limpahkan Kekuasaan Besar ke Daerah, Mendagri: Pemda Dituntut Inovatif

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menekankan, pemerintahan daerah (pemda) di Indonesia dituntut untuk inovatif.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Mendagri Muhammad Tito Karnavian 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menekankan, pemerintahan daerah (pemda) di Indonesia dituntut untuk inovatif.

Terlebih, dengan sistem desentralisasi yang diterapkan, peran pemda semakin besar karena sebagian besar kekuasaan diserahkan kepada daerah. Terutama urusan pemerintahan yang konkuren di luar pemerintahan yang absolut dan pemerintahan umum.

"Nah, otomatis dengan kekuasaan yang lebih besar, kewenangan yang lebih besar pada pemerintahan daerah, spiritnya adalah daerah mampu untuk mandiri dan berkreasi mengembangkan segala sumber daya yang ada dengan kewenangan yang ada," kata Mendagri pada ajang Penganugerahan Innovative Government Award 2020, di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Pemerintah daerah, lanjut Mendagri, diharapkan mampu untuk bisa mandiri di berbagai bidang, termasuk terutama bidang keuangan fiskal.

"Kalau kita lihat, ada tiga tipologi daerah dari kemampuan fiskal. Pertama adalah kemampuan fiskal yang tinggi atau kuat yang ditandai dengan adanya PAD-nya lebih tinggi daripada dana transfer pusat,” ujarnya.

Baca juga: Brigade Anak Serdadu Ingin Ubah Fungsi Warkop, tak Sebatas Tempat ‘Ngobar’ tapi juga Arena Belajar

Baca juga: Delapan Pasien Covid-19 yang Sedang Menjalani Perawatan di Turki Tewas Terbakar, Ini Penyebabnya

Baca juga: PUPR Alihkan Aliran Sungai dan Pasang Bronjong, Kebut Penanganan Erosi Krueng Meureubo di Lhok Guci

“Diketahui bahwa sumber utama APBD adalah transfer pusat, dana perimbangan, serta kemudian yang kedua adalah PAD sumber lain misalnya BUMD,” imbuh dia.

“Kedua, kapasitas fiskalnya yang sedang artinya imbang atau lebih kurang sama antara transfer pusat dengan PAD, fifty fifty atau 60-40. Tapi banyak juga daerah yang sangat tergantung kepada transfer pusat PAD nya," tutur Mendagri.

Oleh karena itu, terangnya, spirit mandiri itu yang harus ditumbuhkan dan menjadi komitmen seluruh daerah.

Hanya saja, salah satu problem yang kerap terjadi adalah adanya hambatan birokrasi. Ada tarik-menarik antara pusat dan daerah. Tapi selain itu, ada juga problema terkait dengan kemampuan berinovasi.

"Kemampuan untuk mencari celah bagaimana memanfaatkan peluang dan memanfaatkan peluang itu untuk dikembangkan,” papar dia.

Baca juga: Takumi Minamino Gantikan Mohamed Salah di Sayap Kanan dalam Laga Crystal Palace Vs Liverpool

Baca juga: Dovizioso Vakum dari MotoGP, Tinggalkan Rekor yang Sulit Ditandingi Rossi atau Marquez

Baca juga: Shin Tae-yong Panggil 36 Pemain Timnas Indonesia, Ini Nama-nama Mereka

“Nah ini tidak gampang, ini memerlukan leadership yang kuat untuk bagaimana bisa untuk memanage segenap sumber daya yang ada, termasuk sumber daya personal yang ada dalam struktur pemerintahan,” ulasnya.

"Tidak semua kita memiliki kemampuan itu. Kemampuan untuk bisa menarik peluang-peluang yang ada maka perlu ada kemampuan kewirausahaan," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved