Breaking News:

Salam

Tatap Muka Penting, Protkes Lebih Penting!

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD MPA melarang keras belajar tatap muka bagi sekolah yang tidak menerapkan protokol kesehatan

Serambinews.com
AKTIVITAS murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam hari pertama belajar tatap muka, Sabtu (28/11/2020) 

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD MPA melarang keras belajar tatap muka bagi sekolah yang tidak menerapkan protokol kesehatan (protkes) secara ketat, mulai Januari 2021 tahun depan. Kebijakan Kadis Pendidikan Aceh tersebut patut didukung untuk meniadakan munculnya kasus baru Covid-19 yang bisa jadi muncul di sekolah-sekolah yang lengah menerapkan protkes.

Kepada harian ini Rachmat Fitri mengatakan, seiring adanya keputusan 4 menteri mengenai pelaksanaan kembali sekolah tatap muka, maka Aceh sudah siap melaksanakan aktivitas belajar mengajar secara normal.

Dikatakan, pihaknya akan memastikan semua sekolah di Aceh menerapkan protkes guna melindungi warga sekolah dari wabah Covid-19. Saat ini sekolah sudah diminta agar melengkapi fasilitas mencuci tangan, hingga memastikan siswanya nanti memakai masker.

Namun, jika ada sekolah yang belum melengkapi fasilitas untuk penerapan protokol kesehatan, seperti alat cuci tangan, alat cfek suhu tubuh, maka sekolah tersebut dilarang buka untuk aktivitas belajar.

"Kita akan pastikan ke semua satuan pendidikan, (memiliki fasilitas pendukung protkes), jika belum ada alat itu, maka kita belum izinkan mereka untuk belajar tatap muka seperti sekolah lain. Jadi, tidak ada pengecualian, semuanya wajib menerapkan," ujar kepala dinas yang biasa disapa Haji Nanda ini.

Dikatakan, saat ini hampir semua sekolah di Aceh sudah melengkapi fasilitas cuci tngan dan siap menyambut kedatangan siswa-siswinya ke sekolah. "Sekolah tatap muka akan dimulai Januari nanti dengan kondisi zona apapun, kita siap melaksanakannya dengan menjalankan protokol kesehatan yang didahulukan," ujar Haji Nanda.

Ia juga mengapresiasi perjuangan guru di tengah pandemi Covid-19, yang terus memotivasi siswa-siswanya untuk terus belajar. Sehingga, dengan berbagai kekurangan anak-anak Aceh tetap bisa belajar secara daring (online). Ia juga mengingatkan para guru supaya jangan lengah di saat sekolah tatap muka akan dimulai nantinya.

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memutuskan bahwa pada Januari 2021, pihaknya mengizinkan sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Izin tersebut diberikan kepada seluruh sekolah yang berada di semua zona risiko virus Covid-19.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

"Jadi, dengan hasil kordinasi bersama 4 menteri, kami menutuskan mulai Januari 2021 sekolah bisa menyelenggarakan kegiatan pembelajaran tatap muka. Kebijakan ini berlaku mulai semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Jadi daerah dan sekolah sampai sekarang kalau siap tatap muka ingin tatap muka, segera tingkatkan kesiapan untuk laksanakan ini," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam konferensi pers daring dikutip dari akun Youtube Kemendikbud RI, Jumat (20/11/2020).

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan, pemberian izin sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka saat ini ditentukan oleh pemerintah daerah. Pasalnya, pemerintah daerah dinilai yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya. "Pembelajaran tatap muka diperbolehkan, bukan diwajibkan. Jadi kalau orang tua tidak mengizinkan anaknya menjalani sekolah tatap muka, itu juga bisa," tegasnya.

Untuk itu, sekali lagi, kita berharap para pengelola sekolah hendaknya tidak main-main dengan instruksi yang disampaikan Kadis Pendidikan Aceh dan juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sebab, jika saja sekolah lengah dikhawatirkan muncul kluster baru Covid-19, maka kegiatan belajar tatap muka akan dihentikan.

Jika ini terjadi tentu saja sangat disayangkan, apalagi mengingat anak-anak dan orang tua sudah sangat jenuh dengan proses belajar daring (online), karena selain hasilnya tidak maksimal, rohnya juga menjadi hilang. Semoga! 

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved