Internasional

Bayi Kembar Siam Yaman Kritis, Dokter Minta Bantuan PBB

Bayi kembar siam laki-laki yang lahir di Yaman pada Rabu (16/12/2020) sudah mulai kritis. Dokter yang merawatnya meminta bantuan segera untuk

Editor: M Nur Pakar
Anadolu Agency
Bayi kembar siam yang lahir di Sanaa, Yaman membutuhkan bantuan segera 

SERAMBINEWS.COM, SANAA - Bayi kembar siam laki-laki yang lahir di Yaman pada Rabu (16/12/2020) sudah mulai kritis.

Dokter yang merawatnya meminta bantuan segera untuk menyelamatkan nyawa kembar siam yang membutuhkan operasi

Bayi laki-laki itu lahir di ibu kota Sanaa Yaman, yang sejak 2014 dikendalikan oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Selama bertahun-tahun perang dan blokade udara, seperti sebagian besar negara lainnya, sistem ekonomi dan perawatan kesehatannya telah hancur.

Baca juga: Penderita Baru Covid-19 Bertambah 18 Orang Lagi di Aceh

"Ekokardiogram menunjukkan anak itu memiliki jantungnya sendiri, meskipun posisi jantung salah satu dari mereka tidak normal," kata Majda al-Khatib, Direktur Rumah Sakit Al-Sabeen di Sanaa.

Dia menambahkan rumah sakit tidak memiliki peralatan yang diperlukan untuk secara akurat menentukan organ tubuah mana yang terhubung, seperti dilansir The Telegraph, Senin (21/12/2020).

Perang di Yaman telah mengakibatkan apa yang digambarkan oleh PBB sebagai bencana kemanusiaan terbesar di dunia.

Negara berpenduduk 30 juta jiwa itu diganggu oleh konflik, kelaparan, penyakit, dan sekarang virus Corona.

Kondisi rumah sakit saat ini di Sanaa membuat penanganan kasus-kasus kompleks seperti kembar siam hampir mustahil.

Membuat akses ke perawatan lebih sulit, seusai bandara Sanaa ditutup untuk penerbangan komersial.

Karena blokade udara yang diberlakukan oleh koalisi pimpinan Saudi, yang telah melancarkan perang melawan Houthi sejak 2015.

"Ini penting dan esensial," katanya.

Baca juga: Aparatur Gampong Lamlagang Ikuti Uji Publik Program Penataan Lingkungan Pemukiman

Pusat Bantuan dan Bantuan Kemanusiaan Raja Salman Arab Saudi mentweet siap untuk menangani bayi kembar siam di Yaman.

Bayi kembar itu akan diperiksa oleh tim medis Arab Saudi dan melihat kemungkinan memisahkan mereka.

Dr Khatib mengatakan kementerian kesehatan memohon kepada PBB agar anak-anak tersebut mendapat perawatan medis di luar negeri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved