Kamis, 9 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Relokasi Seluruh PKL, Tamiang Kini Miliki Ikon Kuliner

Aceh Tamiang kini memiliki ikon kuliner baru, setelah seluruh pedagang kaki lima di pusat Kota Kualasimpang dipindahkan ke Jalan Panglima Polim...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ RAHMAD WIGUNA
Mobil melintas di Jalan Panglima Polim, Aceh Tamiang, Senin (21/12/2020). Kawasan bisnis ini telah disulap sebagai pusat kuliner dan menjadi ikon baru Aceh Tamiang. 

Aceh Tamiang kini memiliki ikon kuliner baru, setelah seluruh pedagang kaki lima di pusat Kota Kualasimpang dipindahkan ke Jalan Panglima Polim, Kota Kualasimpang.

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Aceh Tamiang kini memiliki ikon kuliner baru, setelah seluruh pedagang kaki lima di pusat Kota Kualasimpang dipindahkan ke Jalan Panglima Polim, Kota Kualasimpang.

Relokasi besar-besaran ini sudah mulai dilakukan sejak akhir pekan lalu, dengan melibatkan 50 pedagang kuliner.

Setidaknya masih ada 30 pedagang lagi yang akan menyusul menghuni lapak yang disediakan di Jalan Panglima Polim.

Bupati Aceh Tamiang Mursil menjelaskan, konsep pusat jajanan malam ini dilakukan senyaman dan semenarik mungkin, untuk membantu peningkatan omzet para pedagang.

Bila selama ini para pedagang membuka lapak di bahu jalanan sempit, kini pedagang bisa menjajakan dagangannya lebih leluasa.

“Tidak hanya pedagang yang diuntungkan, pengunjung juga dibuat nyaman, karena disediakan tempat duduknya,” kata Mursil, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Ternyata H Kakak Ipar VS Terlibat Sebagai Pengedar Sabu-sabu, BB Disimpan dalam Pembalut Wanita

Mursil menjelaskan, setiap pedagang menjajakan makanan di sisi kiri dan kanan Jalan Panglima Polim, sedangkan di tengah badan jalan dipasang tenda untuk pengunjung.

Untuk memunculkan kesan nyaman dan menarik, sepanjang jalan itu dipasangi lampu hias yang membuat kawasan bisnis itu terang di kala malam.

Kadis Perhubungan Aceh Tamiang, Syuibun Anwar menambahkan, pemilihan Jalan Panglima Polim didasari beberapa landasan, di antaranya ruas jalan tersebut lebar dan bukan menjadi akses utama.

“Kalau malam itu sepi, memang jalan dilalui karena bukan akses utama. Makanya kalau kita tutup sejak pukul 18.00 WIB untuk jajanan, tidak ada yang terganggu,” ujarnya.

Syuibun mengatakan, pusat jajan malam ini juga telah didukung dengan lokasi parkir yang memadai.

“Parkir kita arahkan ke deretan kios, ada lahan 20x30 meter telah kita fungsikan untuk parkir,” kata Syuibun. (*)

Baca juga: Kisah Pria Aceh Merawat Istri Viral, Aurel Hermansyah Diam-diam Kirim Satu Unit Sepmor Baru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved