Berita Bener Meriah

Kasus Pembunuhan di Bener Meriah 2020, Mulai Istri Muda hingga Jenazah Terkubur dalam Septic Tank

Kasus pembunuhan yang berhasil diungkap oleh Sat Reskrim Polres Bener Meriah di antaranya, kasus dugaan pembunuhan istri muda ditemukan tergantung...

Penulis: Budi Fatria | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Truk tempat jasad Arini tergantung. 

Berdasarkan hasil visum, banyak ditemukan luka di bagian mulut, tangan, dan kaki korban.

Hasil visum juga, korban meninggal karena kehabisan oksigen.

Posisi leher korban diikat menggunakan jilbab.

“Dugaan awal memang seolah-olah korban bunuh diri, namun setelah kita dalami, ada bekas dan tanda kekerasan di tubuh korban. Sehingga kami melakukan penyelidikan sambil menunggu hasil visum,” ujar Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Rifki SH.

“Ternyata di tubuh korban ada luka-luka yang mencurigakan, sehingga kita periksa saksi-saksi, termasuk istri pertama dan anaknya,” terang Rifki.

Setelah melakukan penyelidikan secara intensif, ucap Kasat Reskrim, akhirnya ditetapkan satu orang tersangka dalam kasus ini, yakni M (40) yang merupakan suami siri dari korban Arini (35). 

Sedangkan istri pertama MN (44) dan anaknya DP (20), menurut Rifki, tidak ditahan karena mereka sangat kooperatif dan membantu polisi dalam memberikan keterangan untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Pembunuhan Darwinto Sihotang

Rumah jenazah yang ditemukan di dalam septic tank.
Rumah jenazah yang ditemukan di dalam septic tank. (For Serambinews.com)

Untuk kasus ini, Sat Reskrim Polres Bener Meriah telah mendatangkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara untuk melakukan identifikasi dan penggalian septic tank tempat dikuburnya korban pembunuhan yang diduga Darwinto Sihotang (44), di Kampung Pondok Gajah, Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah, Jumat (11/12/2020). 

Kemudian jenazah yang ditemukan di dalam septic tank tersebut, juga dilakukan otopsi dan pengambilan sampel DNA agar diketahui identitasnya.

Setelah dilakukan otopsi di RSUD Muyang Kute, jenazah tersebut kemudian dibawa oleh keluarga Darwinto Sihotang untuk dikebumikan di Sumatera Utara. 

Dalam kasus tindak pidana pembunuhan ini, polisi masih menunggu hasil otopsi berupa sampel DNA, guna memastikan jenazah tersebut betul Darwinto Sihotang. 

Dari hasil penyelidikan Sat Reskrim Polres Bener Meriah, pelaku mengaku telah menghabisi korban dengan memukul sebanyak dua kali di bagian tekuk menggunakan benda tumpul (linggis).

Kemudian pelaku mencelupkan kepala korban ke dalam baskom air, untuk memastikan korban masih hidup atau sudah meninggal.

Setelah dipastikan korban meninggal, lalu pelaku menyeret korban ke dalam kamar.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved