Breaking News:

Berita Sepakbola

Sepp Blatter Kembali Terseret Kasus Hukum, Diduga Korupsi Proyek Museum FIFA, Kerugian Capai Rp 8 T

Kasus yang menyeret nama Blatter adalah dugaan penyalahgunaan anggaran dalam proyek pembangunan museum FIFA yang terletak di Zurich, Swiss.

AFP
Sepp Blatter. 

SERAMBINEWS.COM - Nama Sepp Blatter kembali menggema. Presiden FIFA selama 17 tahun pada periode 1998-2015 itu dituntut kasus dugaan korupsi.

Tak tanggung-tanggung Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional ( FIFA) sendiri yang secara resmi melayangkan tuntutan hukum atas mantan presidennya tersebut.

Kasus yang menyeret nama Blatter adalah dugaan penyalahgunaan anggaran dalam proyek pembangunan museum FIFA yang terletak di Zurich, Swiss.

Dalam detail tuntutan tersebut, FIFA menulis total kerugian senilai hampir 420 juta Poundsterling (sekitar 8 triliun Rupiah) terkait proses pemugaran bangunan yang dimaksud.

Total kerugian tersebut terdiri dari biaya renovasi bangunan serta kesepakatan sewa jangka panjang dengan pemilik gedung yakni perusahaan asuransi Swiss Life, hingga 2045 mendatang.

Baca juga: Gantikan Edhy Prabowo, Sakti Wahyu Trenggono Jadi Menteri KKP, Miliki 42 Bidang Tanah, Ini Daftarnya

Baca juga: Sandiaga Uno Jadi Menteri Parekraf, Mantan Jubir PASA Aceh, Tarmizi Age Ucapkan Selamat

Baca juga: Ini Data Covid di Abdya, Total Kasus 94, 85 Orang Sembuh, 8 Meninggal, dan Satu Orang Masih Isolasi

"Biaya besar yang harus dikeluarkan untuk proyek itu dan reputasi kinerja kepengurusan FIFA sebelumnya, membuat audit forensik dilakukan untuk mencari duduk perkaranya," ujar Alasdair Bell, Wakil Sekretaris Jenderal FIFA seperti dikutip KOMPAS.com dari BBC.

"Kami berkesimpulan tidak memiliki cara lain untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang, karena adanya dugaan keputusan yang bersifat kriminal dalam berjalannya proyek tersebut," katanya menjelaskan.

Berkas tuntutan perkara ini sudah diajukan FIFA kepada pihak Kejaksaan wilayah Zurich untuk ditindaklanjuti, dan menyatakan akan bekerjasama terkait pengembangan kasus tersebut.

Proyek pembangunan Museum FIFA sendiri mulai berjalan pada 2013, atau dua tahun sebelum Blatter memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIFA.

Melalui kuasa hukumnya, Blatter merespons adanya tudingan penyalahgunaan anggaran dalam pengerjaan museum tersebut tidak berdasar dan merasa pihaknya hanya dijadikan kambing hitam.

Baca juga: Resmi Diangkat Jadi Menteri Sosial, Ini Profil dan Sepak Terjang Tri Rismaharini

Baca juga: VIDEO Produksi Garam Sistem Plastik Ditelantarkan Petani Pidie

Baca juga: Pencuri Celana Dalam Wanita Meresahkan, Pelaku Nekat Surati Korban, Ini Alasan Lakukan Perbuatannya

Kasus korupsi selama menjabat sebagai sosok tertinggi dalam organisasi sepak bola dunia itu, membuat Blatter mundur dari jabatannya lima tahun lalu.

Hal tersebut membuat Blatter menjalani larangan menjalani aktivitas apapun di dunia sepak bola selama delapan tahun, sebelum proses banding memotongnya menjadi tinggal enam tahun.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "FIFA Kembali Ajukan Tuntutan Hukum kepada Sepp Blatter"

Editor: Saifullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved