Breaking News
Kamis, 23 April 2026

Otomotif

Toyota Nilai Mobil Listrik Akan Bisa Memicu Masalah Besar

Toyota Motor Corporation (TMC) menilai mobil listrik yang ramah lingkungan akan dapat memicu masalah besar di kemudian hari.

Editor: M Nur Pakar
ToyotaTimes
Presiden Toyota, Akio Toyoda 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Toyota Motor Corporation (TMC) menilai mobil listrik yang ramah lingkungan akan dapat memicu masalah besar di kemudian hari.

Hal itu disampaikan oleh Presiden TMC, Akio Toyoda.

Dia menyatakan perubahan industri otomotif menuju era elektrifikasi atau electric vehicle battery (BEV) yang berlebihan bisa menjadi masalah besar.

Bahkan, katanya, pada suatu kondisi tertentu, sumber tenaga yang dimiliki oleh negara seperti Jepang dapat menjadi cepat habis khususnya di musim panas.

Karena, pembangunan infrastruktur pendukung sangat kompleks dan tidak murah.

Baca juga: Peringati Hari Ibu, KAMMI Bagi Ratusan Sarapan Pagi kepada Ibu-ibu di Aceh Barat

Menurut Toyoda, biaya yang dibutuhkan sebagai pondasi dukungan mobil listrik antara 14 triliun yen dan 37 triliun yen.

Setara dengan 135 miliar sampai 358 miliar dolar AS atau sekitar Rp 5 triliun.

Di samping itu, masih banyak negara yang menghasilkan listrik dari pembakaran batu bara dan gas alam.

Maka, peralihan tidak membantu upaya terwujudnya lingkungan bersih dan sehat lewat pengurangan emisi karbon.

"Ketika politisi di luar sana berkata, 'Mari kita singkirkan semua mobil yang menggunakan bensin,' apakah mereka memahami ini?" kata dia dilansir Wall Street Journal, Senin (21/12/2020).

"Saat kondisi belum siap, semakin banyak mobil listrik yang diproduksi maka karbondioksidanya makin buruk pula," tambah Toyoda.

Dia juga khawatir kebijakan yang diterapkan pemerintah malah membuat mobil listrik mahal dan tidak terjangkau masyarakat.

Baca juga: VIDEO Produksi Garam Sistem Plastik Ditelantarkan Petani Pidie

Sebelumnya, diberitakan Reuters, Sabtu (5/12/2020), pemerintah Jepang bersiap menghapus penjualan mobil bermesin pembakaran pada pertengahan 2030 mendatang.

Hal ini demi mendukung target Perdana Menteri baru Jepang, Yoshihide Suga yang berupaya mengurangi jumlah emisi karbon hingga nol persen pada 2050.

Pihak Kementerian Perindustrian Jepang juga dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan model baru yang keluar merupakan mobil hybrid dan listrik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved