Internasional
Rusia dan Rwanda Cegah Upaya Kudeta di Republik Afrika Tengah
Ratusan tentara Rusia dan Rwanda, Rabu (23/12/2020) menuju Republik Afrika Tengah (CAR) untuk menghentikan upaya kudeta.
SERAMBINEWS.COM, BANGUI - Ratusan tentara Rusia dan Rwanda, Rabu (23/12/2020) menuju Republik Afrika Tengah (CAR) untuk menghentikan upaya kudeta.
Pasukan sudah mulai memerangi kelompok pemberontak, kata pemerintah.
Pada Sabtu (19/1202020), pemerintah CAR menuduh pasukan mantan presiden Francois Bozize melakukan percobaan kudeta.
Setelah tiga kelompok pemberontak yang kuat bergabung dan mulai menyerang ibu kota Bangui.
"Rusia telah mengirimkan beberapa ratus tentara dan senjata berat, dalam kerangka perjanjian kerja sama bilateral," kata seorang juru bicara pemerintah.
Baca juga: Malaysia Membeli Vaksin AstraZeneca, Mencari Lebih Banyak Lagi Dari China dan Rusia
Dia menambahkan Rwanda juga telah mengirim beberapa ratus tentara dan mulai bertempur.
Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov membantah klaim tersebut pada Senin (22/12/2020).
"Kami tidak mengirim pasukan," katanya, menurut kantor berita Interfax.
Kabarnya, para pemberontak ditahan kembali dari ibukota.
Pada Minggu (20/12/2020), misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di CAR, Minusca, mengatakan situasinya terkendali.
Kabar itu muncul menjelang pemilihan presiden pada 27 Desember 2020.
Rwanda, yang memiliki sedikitnya 750 tentara Rwanda dan petugas polisi di Minusca mengatakan telah mengirim lebih banyak tentara.
Hal itu sebagai tanggapan atas penargetan pasukan penjaga perdamaian oleh pemberontak.
Baca juga: Setelah Bungkam dari Serangan Siber, Presiden Donald Trump Menuduh China, Bukan Rusia
Presiden Rwanda Paul Kagame mengatakan pasukan Rwanda tidak akan terikat oleh aturan keterlibatan PBB.
Tidak ada rincian pasti yang diberikan tentang berapa banyak tentara Rwanda yang tiba pada Minggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pasukan-pbb-di-republik-afrika-tengah.jpg)