Rabu, 22 April 2026

Internasional

Jet Tempur Israel Terbang Rendah di Lebanon, Warga Melihat Rudal di Langit

Jet tempur Israel terbang sangat rendah di Lebanon pada Jumat (25/12/2020) pagi. Hal itu membuat takut penduduk pada Malam Natal, beberapa di antaran

Editor: M Nur Pakar
NNA
Jet Tempur Israel terbang rendah di udara Lebanon 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Jet tempur Israel terbang sangat rendah di Lebanon pada Jumat (25/12/2020) pagi.

Hal itu membuat penduduk ketakutan pada Malam Natal, beberapa di antaranya melaporkan melihat rudal di langit Beirut.

Beberapa menit kemudian, kantor berita resmi Suriah melaporkan ledakan di kota Masyaf, Suriah tengah.

Media Suriah lainnya mengatakan pertahanan udara Suriah menanggapi serangan Israel di dekat kota Provinsi Hama.

Kementerian Pertahanan Suriah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan Israel melancarkan agresi, seperti dilansir AP.

Dengan mengarahkan rentetan roket dari utara kota Tripoli di Lebanon menuju Masyaf.

Baca juga: Erdogan Ingin Jalin Hubungan Lebih Baik Lagi dengan Israel

Dikatakan pertahanan udara Suriah menghadapi rudal musuh dan mencegat sebagian besar dari mereka.

Tidak ada laporan langsung tentang apa targetnya atau apakah ada korban jiwa.

Jet Israel secara teratur melanggar wilayah udara Lebanon dan sering menyerang Suriah dari wilayah Lebanon.

Namun penerbangan Malam Natal lebih keras dari biasanya, membuat ketakutan penduduk Beirut yang telah mengalami berbagai krisis dalam setahun terakhir.

Terutama ledakan dahsyat pada 4 Agustus 2020 di pelabuhan kota yang menewaskan lebih dari 200 orang dan menghancurkan sebagian ibu kota.

Ledakan itu diakibatkan oleh ledakan timbunan amonium nitrat yang tidak disimpan dengan benar di fasilitas tersebut.

Tidak ada kabar langsung dari Israel pada penerbangan Jumat dan dugaan serangan terhadap Suriah.

Baca juga: Tunisia Tidak Tertarik Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Israel telah mengakui telah melakukan puluhan serangan udara di Suriah.

Sebagian besar ditujukan pada dugaan pengiriman senjata Iran yang diyakini menuju Hizbullah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved