Reshuffle Kabinet
Rafli: Menteri Perdagangan yang Baru Harus Mampu Tingkatkan Volume Perdagangan
Rafli berharap agar menteri baru bisa langsung segera menjalankan tugasnya, tanpa perlu terlalu lama dalam penyusuaian diri.
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEW.COM, JAKARTA - Dilantiknya Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan (Mendag), menggantikan Agus Suparmanto oleh Persiden Jokowi tanggal 23 Desember 2020, mengundang perhatian Anggota DPR RI dari PKS Asal Aceh, Rafli.
Sebagai anggota Komisi VI DPR RI, yang bermitra kerja dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Rafli mengatakan agar menteri baru bisa langsung segera menjalankan tugasnya, tanpa perlu terlalu lama dalam penyusuaian diri.
"Apa lagi beliau pernah menjabat menteri perdagangan di periode kedua pemerintahan Presiden SBY, sehingga sedikit banyak beliau telah mengenal lingkungan di Kementerian Perdagangan," ujar Rafli, pada Kamis (24/12/2020).
Menurut Rafli, di bawah komando menteri baru, Kemendag harus bisa menggenjot peningkatan volume peradangan Indonesia
Ia mencontohkan, sampai dengan Oktober 2020, dibanding tahun lalu, nilai total perdagangan mengalami penurunan 12,38 % ,dan nilai ekspor turun 5,60 %, ini berdasarkan data yang dipublikasikan Web kementrian perdagangan RI.
"Selain itu proses perizinan impor terutama yang terkait dengan pangan, ini betul-betul diperhatikan," ujar Rafli.
PR terbesar Kemendag lainnya menurut Rafli adalah melindungi pedagang lokal dari serbuan barang impor, khususnya di pasar e-commerce karena kemudahan digitalisasi dan teknologi saat ini.(*)
Baca juga: Gubernur Nova: Refleksi 16 Tahun Tsunami Momentum Kebangkitan Aceh dari Pandemi Covid-19
Baca juga: Siap-siap, PNS yang Cuti Tanpa Izin Bakal Kena Sanksi: Dari yang Paling Ringan hingga Paling Berat
Baca juga: Mesin Boat Mati, Tiga Nelayan dan Satu Anggota TNI Lima Hari Terombang-ambing di Laut Lepas
Baca juga: Polisi Tangkap Pengusaha Biro Haji dan Umrah Terduga Teroris, Sejumlah Barang Bukti Diamankan
Baca juga: Anggota BNN Masuk Hutan bukan Buru Bandar Narkoba, tetapi Tanaman Hias
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rafliraflirafli.jpg)