Berita Aceh Barat
Tsunami Renggut Nyawa 21.165 Warga Aceh Barat, Tercatat Pada Secarik Kain
Menyangkut dengan jumlah data sementara korban meninggal dan hilang pada kejadian 26 Desember 2004 di Aceh Barat, kini hanya tercatat pada kain putih
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Nurul Hayati
Menyangkut dengan jumlah data sementara korban meninggal dan hilang pada kejadian 26 Desember 2004 di Aceh Barat, kini hanya tercatat pada kain putih nama-nama korban tsunami mencapai 21.165 orang.
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Bencana gempa dan gelombang tsunami 2004 silam yang meluluhlantakkan daratan Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat menyebabkan puluhan ribuan nyawa manusia di daerah itu tak terselamatkan.
Musibah itu terjadi secara bersamaan.
Sehingga bukan di Aceh Barat saja, akan tetapi gempa berkekuatan 9,2 SR (skala richter), akan tetapi di Aceh pada umumnya dan Nias, Sumut.
Sehingga, jumlahnya mencapai ratusan ribu penduduk Aceh meninggal dunia.
Sementara Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu kabupaten terparah di Aceh saat dilanda tsunami 16 tahun silam.
Selain Banda Aceh, Aceh Jaya, dan Aceh Besar kala itu.
Baca juga: Jet Tempur Israel Terbang Rendah di Lebanon, Warga Melihat Rudal di Langit
Menyangkut dengan jumlah data sementara korban meninggal dan hilang pada kejadian 26 Desember 2004 di Aceh Barat, kini hanya tercatat pada kain putih nama-nama korban tsunami mencapai 21.165 orang.
Sementara kain putih yang diabadikan sepanjang 1.000 meter itu tertulis sebanyak 21.165 nama para korban tsunami di Kabupaten Aceh Barat.
Kain Putih tersebut, kini tersimpan dalam peti kayu berukuran 2 X 3 meter di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Meulaboh.
Nama-nama tersebut, sebelumnya dituliskan oleh ahli waris masing-masing pada tahun 2005 silam.
Saat ini butuh pelestarian dan perawatan yang memadai, sebagai sejarah besar dalam bencana gempa dan gelombang tsunami yang terjadi pada 2004 silam.
Nama korban tsunami yang diabadikan dalam kain putih itu, sebelumnya digagas oleh LSM Grassroots Society Forum (GSF) dan guru relawan di Meulaboh, Aceh Barat pada peringatan tsunami tahun pertama 2005 silam di Meulaboh.
Baca juga: Militer Waspadai Ancaman Darurat Militer Trump: Kegilaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
"Saat ini kita hanya punya data korban tsunami yang tercatat pada kain putih sebanyak 21.165 orang yang meninggal dan hilang saat bencana tersebut," ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Barat Abdullah kepada Serambi, Jumat (25/12/2020) di Meulaboh.
Kain putih sepanjang 1.000 meter sebelumnya dipajangkan pada 24-26 Desember 2005 lalu di pekarangan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, sebagai tempat warga menuliskan nama-nama keluarga mereka yang menjadi korban tsunami sat itu.
“Nama-nama korban tsunami yang tertuliskan di kain putih sepanjang 1.000 meter berhasil dituliskan sebanyak 21.165 orang, dan saat ini menjadi arsip daerah di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Barat sebagai sejarah besar,” sebut Abdullah.
Kain putih bersejarah butuh penyelamatan
Baca juga: Jet Tempur Israel Terbang Rendah di Lebanon, Warga Melihat Rudal di Langit
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Barat, Abdullah kepada Serambi, Jumat (25/12/2020) mengatakan, arsip bersejarah kain putih tersebut kini membutuhkan perawatan secara khusus, agar kain dan peti itu tidak tidak usang dan lapuk dimakan waktu.
Sementara peti tempat penyimpanan kain tersebut, tidak tersimpan dalam ruangan.
Akan tetapi masih diluar kantor, yang setiap waktu diterpa hujan dan terik matahari.
Dikatakan Abdullah, bahwa pada awalnya peti tersebut ada di bawah tenda yang memayunginya.
Namun, saat ini tenda itu sudah tidak ada lagi.
Sehingga pihaknya ke depan berharap, ada anggaran khusus untuk perawatan kain putih bersejarah itu, untuk diwariskan kepada anak cucu.
“Untuk tahun 2021 kita sebenarnya sudah usulkan anggaran untuk penyelamatan peti tersebut, namun karena Covid-19 akhirnya anggaran yang kami ajukan belum disetujui,” jelas Abdullah.
Terkait dengan masalah arsip tersebut, pihaknya berencana akan mencari dana lain di luar anggaran daerah.
Untuk kebutuhan penyelamatan kain putih yang tertulis nama-nama korban tsunami tersebut.
Dikatakannya, bahwa tsunami yang menerjang Aceh dan beberapa negara dekat Samudra Hindia banyak menimbulkan korban jiwa.
Setidaknya tercatat, dari Sumatera sampai Kepulauan Andaman, Thailand, India Selatan, Sri Lanka dan sebagian Afrika, terdapat sekitar 230.000 orang yang meninggal di 14 negara.
Kerusakan parah terjadi di wilayah Aceh, dengan kurang lebih sekitar 170.000 orang meninggal.
Semua bangunan hancur yang berada di sekitar pantai dan ratusan orang kehilangan nyawa dan tempat tinggal.
Disebutkan, atas dasar tersebut Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Barat dalam upaya penyelamatan arsip tsunami, menjalin koordinasi dengan Balai Arsip Statis dan Tsunami Arsip Nasional RI Perwakilan Aceh.
Hal itu semata untuk dapat bersama Pemerintah Aceh Barat melakukan upaya terhadap penyelamatan dan pemeliharaan arsip Tsunami tersebut.
Menyangkut dengan arsip tersebut, tentunya butuh kepedulian dari semua pihak.
Terutama dari segi pendanaan, untuk pemeliharaan dan membuat tempat arsip tsunami yang permanen nantinya. (*)
Baca juga: Kena Batunya! Dobrak Pintu Biar Kelihatan Sangar, Maling Malah Minta Maaf dan Tawarkan Perbaikan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/peti-penyimpanan-nama-nama-korban-tsunami-yang-tertulis-di-kain-putih.jpg)