Rabu, 22 April 2026

Internasional

Ulama India Khawatirkan Vaksin Covid-19 dari China, Ada Gelatin Babi

Para ulama India mengkhawatirkan sertifikasi halal vaksin Covid-19. Padahal, pemerintah di seluruh Dunia bersiap memvaksinasi penduduknya

Editor: M Nur Pakar
AFP/NOEL CELIS
Kandidat vaksin China National Biotec Group (CNBG) untuk virus Corona dipamerkan di Pameran Internasional China untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020) 

SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Para ulama India mengkhawatirkan sertifikasi halal vaksin Covid-19.

Padahal, pemerintah di seluruh Dunia bersiap memvaksinasi penduduknya dengan vaksin Covid-19.

Tetapi, Muslim di seluruh dunia mengkhawatirkan sertifikasi Halal karena prihatin atas keberadaan gelatin babi dalam vaksin Covid-19, lansir Times of India, Jumat (25/12/2020).

Seorang ulama Muslim dari Uttar Pradesh, India Darul Uloom Deoband mengatakan umat Islam harus menunggu fatwa sebelum mendapatkan suntikan vaksin virus Corona.

Baca juga: Polres Aceh Besar Selidiki Penyebab Terbakarnya Lima Alat Berat di Lembah Seulawah

Ulama itu mengatakan sebelum mengambil vaksin, umat Islam harus memeriksa apakah zat yang digunakan untuk membuat vaksin itu diperbolehkan dalam Islam atau tidak.

Apakah vaksin itu aman bagi umat Islam akan ditentukan oleh Kepala Departemen Fatwa, katanya.

Gelatin yang berasal dari daging babi banyak digunakan sebagai penstabil untuk menjaga vaksin tetap aman dan efektif selama penyimpanan dan transportasi.

'Umat Muslim harus menunggu fatwa sebelum mengambil vaksin Covid-19," tegasnya.

Baca juga: VIDEO Truk Tronton Masuk Sungai Akibat Tak Kuat Menahan Beban Berat, Jembatan di Lawangaji Amblas

Pernyataan dari ulama Muslim itu muncul sehari setelah ulama Sunni dari Akademi Raza Mumbai mengatakan vaksin China haram bagi umat Islam karena mengandung gelatin babi.

Dalam sebuah pernyataan video, Sekretaris Jenderal Akademi Raza Saeed Noorie mendesak pemerintah yang dipimpin Narendra Modi untuk tidak memesan vaksin buatan China.

“Untuk setiap vaksin yang telah dipesan atau dibuat di India, pemerintah harus menunjukkan daftar isinya," katanya.

"Sehingga kami dapat mengumumkan tentang penggunaan vaksin tersebut,” kata Noorie.(*)

Baca juga: VIDEO - Viral Anggota BNN Masuk Hutan bukan Buru Bandar Narkoba, tetapi Tanaman Hias

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved