Senin, 27 April 2026

Luar Negeri

Jika Donald Trump Gunakan Cara Ini untuk Jegal Joe Biden, Pemimpin Militer AS Siap Hadapi

Para pemimpin militer AS menyatakan, mereka sudah bersiap jika Presiden Donald Trump menerapkan darurat sebagai usaha menjegal lawannya, Joe Biden.

Editor: Faisal Zamzami
AP
Presiden AS Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Para pemimpin militer AS menyatakan, mereka sudah bersiap jika Presiden Donald Trump menerapkan darurat sebagai usaha menjegal lawannya, Joe Biden.

Sebagai pemenang dalam Pilpres AS 3 November lalu, Biden bakal diambil sumpahnya sebagai presiden ke-46 pada 20 Januari nanti.

Namun, Trump yang enggan mengaku kalah masih terus menggugat hasil pemilu, dengan ketakutan muncul dia bakal menggunakan kekerasan untuk membatalkan hasilnya.

Kepada Newsweek, enam sumber militer mengungkapkan diskusi kini tengah dilakukan secara tertutup membahas jika si petahana menggunakan cara nekat untuk menjegal Biden.

Salah satu sumber menuturkan, sangat tipis kemungkinan para komandan AS sampai terlibat dalam usaha membalikkan Pilpres AS.

Yang mereka takutkan adalah jika pasukan terpaksa dilibatkan untuk memadamkan kekacauan bisa timbul karena presiden berusia 74 tahun itu.

Si sumber menyoroti skenario bagaimana Trump bisa mengerahkan milisi swasta dan paramiliter yang setia kepadanya untuk membuat kekacauan di Washington DC.

"Saya sudah mengabdi selama 40 tahun, dan saya tidak pernah melihat bagaimana diskusi membahas skenario itu bisa begitu intens," kata si sumber.

Sumber lain yang adalah mantan hakim agung menuturkan, karena wabah virus corona saat ini Trump mempunyai kuasa untuk menerapkan keadaan darurat.

Pada Maret, dia mengumumkan status darurat berdasarkan UU Layanan Kesehatan Publik, UU Stafford, dan UU Kedaruratan Nasional.

Tiga UU ini memang tidak membuat Trump bisa mengumumkan darurat militer.

Namun, banyak kalangan meyakini karena ketiga UU itu, si presiden merasa dirinya di atas hukum.

Pendapat si mantan hakim diperkuat oleh keterangan eks staf dewan keamanan nasional mengenai potensi manuver pamungkas yang dilakukan petahana.

Sumber itu mengungkapkan, Trump bukanlah pengacara dan tak memerhatikan detil hukum.

Tapi, dia jelas menikmati segala potensi kepresidenan yang dilimpahkan kepadanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved