Internasional
Jurnalis Fox News Sebut Donald Trump Seperti Bocah Nakal
Jurnalis Fox News Geraldo Rivera mengecam Presiden AS Donald Trump atas perilakunya sejak kalah dari Joe Biden.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Jurnalis Fox News Geraldo Rivera mengecam Presiden AS Donald Trump atas perilakunya sejak kalah dari Joe Biden.
Dalam tweet Sabtu (26/12/2020) malam, Rivera mengatakan dia mendukung Trump selama empat tahun.
"Sayangnya dia kalah dalam pemilu yang diperebutkan dengan sengit," katanya.
"Namun dia juga telah berperilaku seperti bocah nakal," tambahnya.
Rivera telah menjadi pendukung vokal presiden.
Namun, dia telah mengakui sejak November 2020 bahwa Trump kalah dalam pemilihan.
Baca juga: Penerimaan Warga AS Atas Prilaku Donald Trump Akan Menjadi Warisan Paling Keji
Bahkan ketika presiden menolak untuk menyerah dan terus menantang hasil pemilu, seperti dilansir The Business Insider, Minggu (27/12/2020).
Pada 12 November 2020, Rivera memuji Trump, tetapi juga mengatakan waktunya akan segera tiba bagi presiden untuk mengucapkan selamat tinggal dengan anggun dan bermartabat.
Trump dan beberapa sekutunya terus menyangkal hasil pemilihan, bahkan setelah pemungutan suara dari Electoral College mengkonfirmasi kemenangan Biden.
Sebaliknya mereka telah mengajukan serangkaian tuntutan hukum, yang sebagian besar telah ditolak.
Selama kemunculan Fox News awal bulan ini, Rivera mengatakan Trump merusak struktur demokrasi AS dengan menunda pemilihan.
Baca juga: Jika Donald Trump Gunakan Cara Ini untuk Jegal Joe Biden, Pemimpin Militer AS Siap Hadapi
Rivera juga membidik pengacara konservatif dan pendukung Trump, Sidney Powell dalam tweet terpisah.
Menanggapi tweet yang mengatakan Powell akan membakar keadaan yang dalamdengan bukti, Rivera menyebutnya "menyedihkan."
"Sidney Powell adalah seorang pengacara menyedihkan yang antara lain bekerja untuk menghancurkan warisan Donald Trump," ujarnya.
Powell telah menyebarkan klaim yang tidak berdasar tentang pemilu, termasuk beberapa tentang penipuan pemilih yang meluas dan mesin pemungutan suara "membalik" suara dari Trump ke Biden.
Tak satu pun dari gugatan hukumnya yang diajukan ke pengadilan, dengan hakim menolak kasusnya karena kurangnya bukti atau kedudukan.(*)
Baca juga: Militer Waspadai Ancaman Darurat Militer Trump: Kegilaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jurnalis-fox-new-dan-donald-trump.jpg)