Selasa, 28 April 2026

7 Miliarder Indonesia dari Bisnis Kayu Hingga Masuk Daftar Forbes

Indonesia menjadi salah satu pengekspor utama kayu dunia. Dahulu di era Orde Baru, orang mengenal Bob Hasan sebagai raja kayu

Editor: Muhammad Hadi
For Serambinews.com
Foto Ilustrasi - Kayu 

Bisnisnya sangat luas mulai dari kayu, perkebunan sawit, keuangan, telekomunikasi, dan properti.

Untuk bisnis kayu sebagaimana dikutip dari laman resmi Sampoerna Strategic, Putera Sampoerna memiliki PT Sampoerna Kayu (Samko) yang terdaftar di Bursa Efek Singapura.

Perusahaan ini bisa mengolah kayu dengan kapasitas 1 juta meter kubik per tahun untuk diolah menjadi triplek, LVL, veneer, dan bahan baku produk kayu jadi lainnya.

3. Sukanto Tanoto

Sukanto Tanoto atau Tan Kang Hoo adalah konglomerat pemilik grup usaha Royal Golden Eagle International (RGEI) yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas yang berbasis di Singapura.

Sebelum sebesar sekarang, Sukanto memulai bisnisnya pada tahun 1967 sebagai pemasok suku cadang dan pengusaha di bidang jasa konstruksi untuk industri minyak.

Kelompok bisnis RGE, bergerak di berbagai industri di antaranya yang terbesar yakni industri kertas dan pulp oleh (Asia Pacific Resources International Holding Ltd atau APRIL), dan industri perkebunan Kelapa Sawit (Asian Agri dan Apical).

Baca juga: Cinta Sejati Dibalik 44 Hari Jadi Istri, Akhirnya Pengantin Wanita Meninggal Dunia

Ia menguasai ratusan ribu hektare lahan konsesi yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera.

Namanya sempat mencuat ke publik beberapa waktu lalu, karena salah satu lahannya berada di lokasi calon ibu kota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Dicatat Forbes, kekayaan Sukanto Tanoto mencapai 1,35 miliar dollar AS atau sekitar Rp 19,07 triliun dan menempatkannya di urutan 22 orang paling tajir di Indonesia tahun 2020.

4. Murdaya Poo

Pemilik nama lengkap Murdaya Widyawimarta Poo atau Poo Tjie Guan atau biasa dipanggil Murdaya Poo adalah orang terkaya Indonesia di urutan ke-29 versi Majalah Forbes.

Namanya seringkali dikaitkan dengan Jakarta International Expo di Kemayoran.

Ia mendirikan pusat pameran di atas lahan bekas Bandara Kemayoran, Jakarta.

Baca juga: Bupati Aceh Besar Operasikan Bus Trans Jantho Secara Gratis, Ini Rute dan Jadwal Berangkat

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved