Jumat, 17 April 2026

Berita Luar Negeri

Jelang Pertemuan Menlu Rusia dan Turki, Rusia Kembali Kerahkan Pasukan ke Suriah 

Rusia kembali mengirim pasukan polisi militer untuk mencegah bentrokan baru di Suriah utara antara pasukan Kurdi dan pejuang didukung Turki

Editor: Muhammad Hadi
Sputnik/ Mikhail Alaeddin
Operasi militer Rusia di Suriah. 

SERAMBINEWS.COM - Rusia kembali mengerahkan pasukan pasukan ke Suriah, pada hari Senin (28/12/2020)

Pengirim pasukan polisi militer untuk mencegah bentrokan baru di Suriah utara.

Karena semakin besarnya peluang bentrokan antara pasukan Kurdi dan pejuang yang mendapat dukungan dari Turki.

Menariknya, pengerahan pasukan ini dilakukan menjelang pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di Rusia pada hari Selasa (29/12/2020) ini.

Melansir dari Arab News, pasukan polisi militer Rusia ini diharapkan akan fokus pada pengamanan di Suriah.

Terutama mengamankan wilayah dari serangan oposisi yang mendapat dukungan dari Turki.

Baca juga: BREAKING NEWS - Tangan Putus Total, Perawat RSUTP Abdya Ditemukan Tergeletak di Jalan Sepi

Rusia sendiri menjadi pendukung nomor satu rezim Bashar al Assad yang selama bertahun-tahun menghadapi gejolak politik bahkan militer.

Bentrokan di wilayah Suriah utara antara pejuang yang didukung Turki dan pasukan Kurdi telah pecah beberapa hari terakhir di dekat kota Ain Issa.

Bagi Suriah, bentrokan yang terjadi baru-baru ini cukup mengancam karena terjadi di jalan utama M4 yang menghubungkan kota-kota besar di Suriah.

Baca juga: BERITA POPULER - Kisah Pria Aceh Rawat Istri, BLT Dilanjutkan 2021 hingga Wanita Aceh Ditangkap

Pasukan Turki dan pemberontak Suriah merebut wilayah itu dalam sebuah serangan terhadap milisi Kurdi tahun lalu.

Kini mereka telah mengusai wilayah utara dan timur Suriah.

Pejabat pertahanan senior Turki kepada Arab News mengatakan akan menggunakan pertemuan hari Selasa untuk mendorong permintaan penarikan milisi Kurdi atau YPG (Yekîneyên Parastina Gel) yang dianggapnya sebagai organisasi teroris.

Baca juga: Mengerikan, Dalam Semalam 222 Orang Tewas Dibantai di Sebuah Desa di Ethiopia

"YPG sudah pasti harus meninggalkan Ain Issa dan sudah ada kesiapan untuk mengambil setiap langkah untuk mencapai tujuan ini," ungkap pejabat pertahanan senior Turki yang enggan disebut identitasnya.

YPG telah menjadi tulang punggung kekuatan militer aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dalam beberapa tahun terakhir mengalahkan ISIS di timur laut Suriah dengan bantuan kekuatan udara AS.(*)

Baca juga: Ini Waktu Paling Tepat dan Terbaik Shalat Dhuha Menurut Buya Yahya, Berikut Tata Cara dan Doanya

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Rusia kembali kerahkan pasukan untuk mencegah bentrokan baru di Suriah

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved