Rabu, 13 Mei 2026

Penanganan Covid 19

Awal Tahun 2021, Abdya Bertahan di Zona Kuning Covid-19

Memasuki awal tahun 2021, tidak ditemukan lagi warga Abdya yang positif Covid-19, termasuk warga yang suspect dan probable Covid-19.

Tayang:
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Taufik Hidayat
FOR SERAMBINEWS.COM
Safliati SST MKes, Kepala Diskes/Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Abdya 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Memasuki awal tahun baru 2021, di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tidak ditemukan lagi data Suspek atau ODP (Orang Dalam Pemantauan), Probable atau PDP (Pasien Dalam Pemantauan) maupun yang terkonfirmasi Positif Covid-19, sejak akhir tahun 2019  sampai, Jumat (1/1/2021).

Bahkan, Kabupaten Abdya terdiri dari wilayah sembilan kecamatan sejak Babahrot sampai Lembah Sabil dengan jumlah penduduk 150 ribu jiwa lebih itu untuk sementara masih bertahan sebagai daerah zona kuning (risiko rendah) Covid-19.

Sedangkan, 22 kabupaten/kota lainnya di Aceh masuk daerah zona kuning (daerah risiko sedang) Covid-19. Enam kabupaten/kota, diantaranya dari zona kuning kembali menjadi daerah zona oranye, seperti diumumkan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani pada 30 Desember 2020.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Safliati SST MKes, Juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat, dihubungi Serambinews.com, Jumat (1/1/2021), membenarkan hal itu.

Dijelaskan bahwa pasien terkonfirmasi Positif dan Probable Covid-19 di Kabupaten Abdya yang dirawat di rumah sakit dan isolasi di rumah, untuk sementara sudah kosong alias nihil.    

Warga Abdya yang masuk data Suspek, sebelumnya disebut ODP juga tidak ditemukan lagi sejak akhir tahun 2020 hingga Jumat (1/1/2021) sore.

Pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Abdya, berdasarkan update data sejak  Maret 2020 berjumlah 94 orang.

Dari jumlah tersebut, 86 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani rawatan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP) Abdya, termasuk isolasi di rumah.

Mereka dinyatakan sembuh karena tidak ditemukan lagi gejala Covid-19.

Delapan pasien Positif Corona akhirnya meninggal dunia, masing-masing 3 warga Kecamatan Babahrot, 2 warga Kecamatan Blangpidie, 1 warga Kecamatan Jeumpa, 1 warga Kecamatan Lembah Sabil, dan 1 warga Kecamatan Kuala Batee.

Pasien positif Covid-19 yang terkahir yang dinyatakan sembuh setelah isolasi di rumah adalah  J (37), perempuan warga Kecamatan Blangpidie.

“Perempuan J dinyatakan sembuh pada lSenin lalu, setelah diminta isolasi di rumah,” katanya.  

Safliati menjelaskan, kasus baru Positif Covid-19 tidak ditemukan selama 13 hari hari terakhir atau sejak 18 Desember 2020.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Langsa Hari Ini Bertambah Menjadi 7 Orang

Baca juga: HORE! Token Listrik Gratis dari PLN Diperpanjang hingga Maret 2021, Ini Jadwal dan Cara Klaimnya

Baca juga: Pemerintah Larang ASN Masuk PKI, HTI, dan FPI, Pelanggar Akan Dijatuhi Sanksi

Probable dan Suspek Baru Juga Kosong   

Sementara itu Kasus baru probable atau PDP (Pasien Dalam Perawatan) dan Suspek atau ODP (Orang Dalam Pemantauan) Covid-19, tidak ditemukan lagi di Kabupaten Abdya sejak 23 November 2020 hingga Jumat (1/1/2021) sore.

Hal itu diketahui berdasarkan rilis updata data terakhir dari Dinkes Abdya, Jumat ore, tadi.

Seperti dijelaskan Kepala Dinkes Abdya,  Safliati SST MKes bahwa pasien Probable atau pasien bergejala Covid-19 di Kabupaten Abdya, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu, berjumlah 47 orang.

Sebanyak 43 orang diantaranya dinyatakan sembuh atau tidak ada gejala setelah dirawat.

Sedangkan empat pasien probable lainnya meninggal dunia, yaitu satu  warga Kecamatan Kuala Batee, satu warga Kecamatan Blangpidie, dan satu warga asal Jakarta Selatan, dan satu warga Kecamatan Susoh.

Bukan saja probable, warga Kabupaten Abdya yang masuk data Suspek, atau ODP  juga tidak ditemukan lagi sekitar satu bulan terakhir, hingga  Jumat  (1/1/2021) sore.

Safliati menjelaskan update data terakhir Suspek di Kabupaten Abdya, sejumlah 202 orang, hasil pendataan sejak Maret 2020 lalu. Tapi, seluruhnya selesai menjalani isolasi di rumah sejak lebih satu bulan lalu.

Kendati kondisi pandemi Covid-19 di Abdya, cenderung membaik, Kepala Dinkes Abdya, Safliati mengajak  semua pihak harus mewaspadai dengan meningkatkan disiplin diri untuk melaksanakan protokol kesehatan (protkes).   

Baca juga: Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama dalam Kalender 2021, Totalnya 23 Hari

Baca juga: MV Easy Prosperity dari China jadi Kapal Perdana Berlabuh di Aceh Jaya Tahun 2021

Baca juga: Helikopter Pribadi yang Diterbangkan Pria 73 Tahun Jatuh di Area Terbuka, Dua Korban Luka-luka

Daerah Risiko Rendah

Diberitakan, enam dari tujuh daerah zona kuning (risiko rendah) Covid-19 di Aceh, kembali menjadi zona oranye (risiko sedang). Untuk sementara Aceh Barat Daya (Abdya) merupakan satu-satunya kabupaten yang masih mempertahankan status zona kuning. Sedangkan 22 kabupaten/kota lainnya semua oranye. 

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani—akrab disapa SAG—kepada awak media, Rabu, 30 Desember 2020.

“Hasil analisis data mingguan pandemi Covid-19 oleh Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Nasional menunjukkan semua kabupaten/kota di Aceh nilainya menurun," kata SAG.

Menurut hasil analisis data dwi mingguan (data per 20 Desember vs 27 Desember 2020), nilai Kabupaten Abdya juga turun (2,50 vs 2,44), namun masih zona kuning.

Sedangkan enam kabupaten lainnya lebih turun lagi, yakni Bireuen (2,45 vs 2,39), Aceh Timur (2,44 vs 2,38),  Aceh Tenggara (2,51 vs 2,35), Aceh Selatan (2,48 vs 2,33), Aceh Tengah ( 2,49 vs 2,22), dan Gayo Lues (2,42 vs 2,21).  

Sementara itu, lanjut SAG, 16 kabupaten/kota lainnya yang merupakan zona oranye sejak minggu lalu, nilainya juga terus turun, kecuali Aceh Singkil.

Perbandingan nilai Aceh Singkil (2,23 vs 2,27), Simeulue (2,35 vs 2,29), Nagan Raya (2,40 vs  2,29 ), Kota Subulussalam (2,37 vs 2,26), Aceh Jaya (2,27 vs 2,26), dan Aceh Utara (2,37 vs 2,26). 

Kemudian nilai Kota Sabang (2,37 vs 2,20), Aceh Barat (2,33 vs 2,17), Kota Langsa (2,38 vs 2,17), Benar Meriah (2,28 vs 2,12),  Pidie Jaya (2,33 vs 2,11), , Kota Lhokseumawe (2,27 vs 2,11), Pidie (2,24 vs 2,11), Aceh Besar (2,16 vs 2,09), Kota Banda Aceh (2,29 vs 2,08), dan Aceh Tamiang (2,17 vs 2,06). 

“Zona oranye bukan zona aman. Semua elemen masyarakat harus bahu-membahu untuk memperbaiki situasi tersebut, sehingga menjadi zona kuning," imbau SAG.

Seperti diberitakan, Pakar Satgas Covid-19 Nasional menghitung indikator berdasarkan data surveilans dan database rumah sakit online Kementerian Kesehatan.

Indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan, diskoring dan pembobotan, kemudian dijumlahkan. 

Hasil penjumlahan nilai tersebut dikategorisasikan menjadi empat zona risiko; risiko tinggi (merah): 0–1,80, risiko sedang (oranye): 1,81–2,40, risiko rendah (kuning): 2,41–3,0, dan tidak ada kasus (hijau) yaitu tidak tercatat kasus Covid-19 positif atau tidak ada penambahan kasus (konfirmasi) baru dalam empat minggu terakhir, dan angka kesembuhan 100 persen.

“Data hasil skoring dan pembobotan setiap kabupaten/kota di atas penting bagi Satgas Covid-19, pemerintahan daerah, dan segenap komponen masyarakat untuk menakar kembali effort yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi pandemi Covid-19 di daerahnya,” tutur SAG. 

Baca juga: VIRAL! Pria Ini Ungkap Pengalaman Jual Indomie di Amerika, Satu Dus Bisa Untung Rp 1 Juta Lebih

Baca juga: Cut Amelia, Shorinji Kempo Asal Lhokseumawe yang Ingin Jadi Polwan

Baca juga: PSSI Lhokseumawe Loloskan 24 Pemain untuk Persiapan PORA Pidie, Berikut Nama-nama yang Lolos Seleksi

Kasus kumulatif 

Selanjutnya, seperti biasa, Juru Bicara Covid-19 Aceh itu melaporkan kasus akumulatif Covid-19, sejak kasus pertama diumumkan pada 27 Maret 2020.

Jumlah akumulatif kasus Covid-19 Aceh sudah mencapai 8.742 orang. Penderita yang dirawat saat ini 861 orang, sembuh 7.537 orang, dan 344 orang meninggal dunia. 

Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 bertambah enam orang, yakni empat warga Kota Lhokseumawe dan dua lainnya warga Kota Banda Aceh.

Sementara itu, pasien yang dilaporkan sembuh bertambah enam orang, yakni tiga warga Aceh Tamiang, dua warga Aceh Singkil, dan satu warga Kota Lhokseumawe. 

“Tidak ada korban meninggal dunia akibat serangan virus corona dalam 24 jam terakhir,” kata SAG. 
  
Lebih lanjut, Jubir Pemerintah Aceh itu mengatakan, kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi saat  ini sebanyak 617 orang.

Dari jumlah kasus probable tersebut, 25 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 537 sudah selesai isolasi, dan 55 orang meninggal dunia. 

Sedangkan jumlah kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 4.546 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.880 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 604 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 62 orang isolasi di rumah sakit. 

Bersama-kita lawan virus corona

Serambinews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat Pesan Ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved