Jumat, 15 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Ikan Mahal, Berikut Harga Lengkap Beragam Jenis Ikan Grosir dan Eceran di PPS Lampulo Banda Aceh

Informasi dihimpun Serambinews.com, Minggu (3/1/2020) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo Banda Aceh, ikan tongkol sirip kuning

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Ikan yang dilelang di dermaga PPS Kutaradja Lampulo, Banda Aceh, Minggu (3/1/2021). 

Informasi dihimpun Serambinews.com, Minggu (3/1/2020) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo Banda Aceh, ikan tongkol sirip kuning dilelang capai Rp 800.000 Rp - 1 juta/keranjang (30 Kg).

Laporan Herianto Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga berbagai jenis ikan di pasar Banda Aceh dan Aceh Besar pada awal tahun 2021 melambung tinggi alias mahal. 

Informasi dihimpun Serambinews.com, Minggu (3/1/2020) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo Banda Aceh, ikan tongkol sirip kuning dilelang capai Rp 800.000 Rp - 1 juta/keranjang (30 Kg).

Sedangkan harga jual ecerannya Rp 38.000 – Rp 40.000/Kg.

Ikan tongkol cakalang ukuran sedang dilelang Rp 550.000 – Rp 600.000/keranjang.

Sementara ukuran lebih besar, harganya lebih mahal lagi mencapai Rp 750.000 – Rp 800.000/keranjang (30 Kg). Sedangkan harga ecerannya Rp 30.000 – Rp 35.000/Kg.

Ikan dungon hitam dilelang Rp 600.000/keranjang (30 Kg).

Baca juga: Hendak Berhubungan Intim dengan PSK, Pria 65 Tahun Tewas Tanpa Busana

Baca juga: Bosan Cuma Disuruh Duduk di Rumah Mewah Setiap Hari, Nenek Konglomerat Ini Pilih Jadi Pengemis

Baca juga: Panas Kuping Diejek Jelek Oleh Ibunya, Wanita Ini Pilih Oplas 300 Kali, Begini Penampilannya Kini

Sedangkan harga eceran Rp 25.000/Kg. Kemudian ikan salam dilelang Rp 550.000 – Rp 600.000/keranjang (30 kg) dan harga ecerannya Rp 25.000/Kg.

Kemudian ikan dencis dilelang Rp 650.000/keranjang (30 kg) dan ecerannya Rp 25.000 – Rp 30.000/Kg.

Harga ini antara lain sebagaimana disampaikan pedagang, Zamhur yang diwawancarai Serambinews.com di PPS Lampulo, Minggu (3/1/2021). 

Menurut Zamhur, mahalnya harga ikan di awal tahun ini karena tangkapan nelayan minggu ini sedikit. 

Zamhur menyebutkan dua hari lalu boat pulang melaut hanya membawa ikan sekitar 3 ton, antara lain ikan tongkol sisik kuning, tongkol cakalang, salam dan dungon.

Hal sama disampaikan Abubakar, pedagang grosir ikan lainnya. 

Menurut dia, dua minggu lalu atau menjelang akhir tahun 2020, meski hasil tangkapan nelayan sudah mulai menurun dari kondisi normalnya, namun untuk sekali melaut, mereka masih bisa bawa pulang ikan 10- 20 ton.

"Atau setidaknya 6-7 ton per unit kapal berkapasitas 60 – 100 GT. Tapi pada minggu pertama bulan Januari 2021 ini, hasil tangkapan nelayan benar-benar menurun.

Mereka hanya hanya bawa pulang ikan sekitar 2-3 ton. Kalau hasil tangkapan ikannya sebanyak itu, belum balik  modal,” ujar Abubakar yang dibenarkan Zamhur.

Abubakar menyebutkan biaya sekali melaut untuk boat 60 – 100 GT butuh dana Rp 45 – Rp 60 juta.

"Kalau hasil tangkapan ikannya 2 ton (2.000 Kg) yang dibawa pulang dari melaut, dikali harga lelang ikan sekitar Rp 20.000/Kg, maka harga penjualannya baru sekitar Rp 40 juta.

Sedangkan biaya satu kali melaut butuh modal Rp 45 – Rp 60 juta.

Makanya kalau nelayan pulang bawa ikan sebanyak 2 – 3 ton, mereka rugi dan tidak bisa dapat gaji,” ujar Abubakar.

Oleh karena itu, kata Abubakar untuk satu kali melaut, boat kapasitas 60 – 100 GT, harus bisa bawa pulang ikan minimal 5 – 6 ton. Ini baru mereka bisa dapat gaji.

Pembayaran gaji kepada awak kapal boat nelayan, kata Abubakar, menggunakan hitungan persentase dari hasil total penjulan ikan yang dibawa pulang dari melaut.

Semakin besar tangkapan ikan yang dibawa pulang dari melaut, maka upah yang akan diberikan pemilik boat kepada anak buah kapal semakin banyak.

“Sebaliknya, kalau hasil tangkapan ikan yang dibawa pulang melaut sedikit, sehingga penjualan ikannya tidak melampui modal untuk satu kali melaut, awak kapal nelayannya bisa tidak mendapat upah,” ujar Abubakar. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved