Breaking News:

Menlu Iran Desak Trump Hindari 'Jebakan' Israel untuk Provokasi Perang

Zarif menyampaikan peringatan itu genap setahun kematian jenderal besar Iran Qassem Soleimani oleh serangan pesawat nirawak AS di Irak.

Anadolu Agency
Peringati Setahun Kematian Jenderal Tinggi Qassem Soleimani, IRAN akan Balas AS pada Waktu yang Tepat 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, pada Sabtu mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghindari 'jebakan', yang diduga direncanakan oleh Israel untuk memprovokasi perang melalui serangan terhadap pasukan AS di Irak.

Zarif menyampaikan peringatan itu genap setahun kematian jenderal besar Iran Qassem Soleimani oleh serangan pesawat nirawak AS di Irak. Tidak ada komentar langsung dari Israel.

Washington menuding milisi dukungan Iran atas seringnya serangan roket terhadap fasilitas AS di Irak, termasuk di dekat Kedutaan Besar AS.

Tidak ada kelompok dukungan Iran yang mengaku bertanggung jawab.

Baca juga: Ribuan Pasukan Garda Nasional Bersiap Mendukung Pelantikan Joe Biden

Baca juga: Menkes: Butuh Waktu Satu Tahun untuk Menjalankan Program Vaksinasi Covid-19

Baca juga: AS Kerahkan Pesawat Pembom Ke Timteng, Iran Ingatkan Trump tak Ubah Tahun Baru Jadi Hari Berkabung 

"Intelijen baru dari Irak mengindikasikan bahwa agen provokator Israel sedang merencanakan serangan terhadap orang Amerika, mengikat Trump dengan casus belli palsu (tindakan membenarkan perang)," kata Zarif melalui Twitter.

"Hati-hati ada jebakan, @realDonaldTrump. Kembang api apa pun akan menjadi bumerang yang semena-mena," tulis Zarif.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Kementerian Luar Negeri Israel menolak mengomentari cuitan Zarif.

Baca juga: Pemimpin Hizbullah Tebar Ancaman kepada Israel, Rudal Presisi Sudah Berlipat Ganda

Baca juga: Normalisasi Sejumlah Negara dengan Israel, Kado Pahit Bagi Rakyat Palestina

Gedung Putih pun tidak langsung menanggapi permintaan berkomentar terkait pernyataan Zarif.

Esmail Ghaani, yang menggantikan posisi Soleimani sebagai kepala pasukan elit Quds, pada Jumat mengatakan Iran masih siap untuk merespons.

Militer AS menerbangkan dua pembom B-52 bertenaga nuklir ke Timur Tengah dalam sebuah pesan pencegahan ke Iran pada Rabu, namun sejak itu pembom tersebut telah meninggalkan kawasan tersebut.(reuters/antara)

Editor: Said Kamaruzzaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved