Selasa, 2 Juni 2026

Internasional

Warga dan Pekerja Asing Buru-Buru Kembali ke Arab Saudi, Seusai Larangan Perjalanan Dicabut

Warga Arab Saudi dan ekspatriat yang terjebak di luar negeri membombardir agen perjalanan pada Minggu (3/1/2021).

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi. 

SEAMBINEWS.COM, RIYADH - Warga Arab Saudi dan ekspatriat yang terjebak di luar negeri membombardir agen perjalanan pada Minggu (3/1/2021).

Setelah Kerajaan mencabut larangan perjalanan terbaru.

Masuk melalui udara, darat dan laut telah ditangguhkan selama dua minggu.

Setelah penemuan di Inggris dan di tempat lain dari mutan baru virus Corona yang 70 persen lebih menular daripada aslinya.

Perjalanan dibuka lagi pada Minggu (3/1/2021), seperti dilansir ArabNews.

Tetapi orang non-Saudi yang datang dari negara-negara di mana varian baru virus telah terdeteksi harus ikut aturan baru.

Baca juga: Pekerja Asing di Arab Saudi Sambut Baik Perubahan Pembayaran Restribusi ke Kerajaan

Mereka harus tinggal setidaknya 14 hari di luar negara-negara tersebut dan melakukan tes PCR sebelum memasuki Kerajaan.

Banyak ekspatriat terjebak di luar negeri dan masih berjuang untuk kembali ke Kerajaan, dengan penerbangan yang terbatas.

Nasir Jawed, seorang pekerja sektor swasta, meninggalkan Kerajaan awal tahun lalu menghabiskan waktu bersama keluarganya di India.

Tetapi, dia tidak dapat kembali sejak saat itu.

Dia sekarang terdampar di Dubai.

“Pertama, saya selama 10 bulan di India menunggu penerbangan dilanjutkan,” katanya.

“Sekarang, lagi-lagi, ketika saya mencapai UEA untuk kembali ke Arab Saudi, setelah tetap berada di UEA selama 14 hari karantina, penerbangan ke Arab Saudi kembali dibatalkan," ungkapnya.

Baca juga: Arab Saudi Buka Kontes Budaya, Hadiah Mencapai Rp 1,1 Miliar

Jawed mengatakan dia kesulitan mendapat tiket penerbangan, seperti banyak warga lainnya.

Saudia Arabia paling awal tersedia ke Arab Saudi dalam 16 hari,.

Sehingga, akan menjadi masalah bagi pekerja kerah biru yang tidak mampu tinggal di hotel.

Kaskapai lain juga penuh, kata Jawed.

“Kondisi yang sama, masalah yang sama… tidak ada penerbangan selama beberapa hari ke depan," ujarnya.

Kasus varian virus korona baru, SARS-CoV-2 B.1.1.7, yang pertama kali terdeteksi di Inggris pada September dan dipublikasikan pada November 2020 berkembang pesat.

Kasus telah dilaporkan di Turki, Islandia, Yordania, UEA, Jepang, Lebanon, Pakistan, Singapura, Korea Selatan, Cina, India, Australia, Taiwan, AS, Kanada, Chili, Australia, dan Brasil. Afrika Selatan.

Sehingga, tercatat strain lain, yang dikenal sebagai SARS-CoV-2 501.V2.

Baca juga: Arab Saudi Gelar Konferensi Muslim Amerika Latin dan Karibia

Beberapa negara mengambil tindakan pencegahan serupa ke Arab Saudi untuk mencegah penyebaran varian baru.

Meskipun lebih menular dan karena itu lebih mudah menular, tidak ada bukti yang menunjukkan menyebabkan penyakit yang lebih serius atau kematian.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved