Aminullah: Indeks Keberhasilan Pelaksanaan Syariat Islam Banda Aceh 75,22
Pemerintah Kota Banda Aceh menorehkan pencapaian penting pada 2020, yakni indeks keberhasilan penerapan syariat Islam dengan nilai 75,22
* Pemko Persiapkan Qari Terbaik Menghadapi MTQ Aceh Ke-35
BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh menorehkan pencapaian penting pada 2020, yakni indeks keberhasilan penerapan syariat Islam dengan nilai 75,22 dalam berbagai bidang kehidupan.
Pencapaian tersebut melampui target Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Syariat Islam (DSI) Banda Aceh. “Dari target nilai 75, alhamdulillah kita mampu meraih 75,22. Ini penting sebagai alat ukur penegakan syariat Islam di Banda Aceh,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman didampingi Plt Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Ustaz Ridwan Ibrahim dan jajaran serta Asisten I, Faisal di pendopo, Senin (4/1/ 2021).
Menurut wali kota, indeks keberhasilan penegakan syariat didapatkan melalui survei bersama akademisi UIN Ar-Raniry. “Variabel survei ditentukan dengan kajian ‘maqashid al-khamsah’. Dan indeks yang dihasilkan mencerminkan pelaksanaan syariat Islam secara menyeluruh di segala bidang, mulai dari ekonomi hingga keamanan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan tren penurunan kasus pelanggaran syariat dari tahun ke tahun. “Pada 2017 tercatat 126 kasus, kemudian sempat melonjak 171 pada 2018, dan seterusnya turun menjadi 97 kasus pada 2019, dan tinggal 90 kasus pada 2020,” ungkap Aminullah.
Penurunan secara signifi kan disebutnya berkat upaya pencegahan dengan engoptimalkan peran dai dan mustahib gampong. “Dakwah holistik dan pembinaan berkala juga terus kita berikan kepada masyarakat, di samping membangun kerja sama lintas sektoral,” ungkapnya.
Aminullah pun bertekad untuk terus menggenjot pembangunan dalam bidang agama, di antaranya lewat program “Kota Zikir” dan “Kota Tahfi z”. “Agama merupakan pilar utama pembangunan kota untuk mewujudkan visi Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah,” tambahnya lagi.
Terkait dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh ke-35 yang akan digelar di Bener Meriah tahun ini, wali kota mematok target tertinggi, yakni juara umum. “Kita fokus dan seriuspada cabang-cabang andalan seperti tahfi z, tilawah, tafsir, dan khat untuk mendulangmedali,” katanya.
Untuk itu, ia mengamanatkanDSI agar mempersiapkan qari-qariah terbaik. “Salah satu strateginya dengan membina kafilah kita dengan standar nasional. Ini (juara umum MTQ) prestige bagi Banda Aceh, karena dalam bidangbidang lain kita sudah begitu bagus,” katanya. (hba/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kota-banda-aceh-aminullah-usman-menggelar-pertemuan.jpg)