Breaking News:

Viral Medsos

Viral Pernikahan Pasangan di Bawah Umur Terjadi lagi, Videonya Tuai Komentar Warganet

Sebelum ijab qabul dimulai, dua bocah ini diarahkan terlebih dahulu oleh salah seorang warga yang disebut merupakan wali nikah mempelai wanita. Kedua

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
FACEBOOK/INAQ ICOK SASAK
Pernikahan pasangan di bawah umur kembali terjadi dan viral di media sosial. (Facebook/Inaq Icok Sasak) 

Serambinews.com sudah menghubungi akun Dangda, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait video tersebut, namun belum ada balasan.

Sementara itu, warganet tampaknya menyoroti pernikahan tersebut lantaran usia mereka yang masih muda.

"Banyak janda/duda muda di sana, akibat nikah d bawah umur," tulis akun @nandaryayan dikutip dalam komentar postingan akun Instagram @ndorobeii.

"Habis nikah kalo laper pulang ke rumah masing2," tambah akun @alditya_pradigda.

"Kata nya syarat nikah harus punya ktp, bocil seperti mereka kan belum punya ktp apa dia pake kartu siswa ?" lanjut akun @yogi0697_.

"Bukannya negara sudah mengatur batasan seseorang untuk menikah... Dalam bentuk undang-undang. Tapi bisa saja ini pernikahan siri. Di Lombok, sebenarnya angka perceraian sangat tinggi... ,"

"Harta masih bisa dicari, tapi mentalnya; sikap bahwa dirinya sudah berkeluarga...? Semoga bahagia dan cepat diberikan momongan... Insya Allah bisa....," lanjut akun @indro_setiawaji.

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB

Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan, dijelaskan batas usia bagi perempuan dan laki-laki minimal 19 tahun.

Adapun beberapa alasan dinaikkannya batas usia pernikahan bagi perempuan jika dibanding regulasi sebelumnya, antara lain untuk menekan tingginya tingkat perceraian, memotong rantai kemiskinan, menghilangkan diskriminasi, dan faktor kesehatan.

Namun demikian, meski sudah ada regulasi terkait batas usia pernikahan itu, tapi praktik pernikahan dini atau perkawinan di bawah usia 19 tahun hingga saat ini masih marak terjadi.

Di Nusa Tenggara Barat ( NTB) misalnya, data dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) menyebutkan, jumlah dispensasi pernikahan di Pengadilan Agama NTB tercatat mencapai 522 kasus.

Dispensasi tersebut diberikan karena pernikahan yang dilakukan rerata masih berada di bawah umur.

Adapun alasan pernikahan dini yang dilakukan warga di NTB dipengaruhi karena sejumlah faktor, antara lain pendidikan, keluarga, dan ekonomi.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved