Breaking News:

Berita Abdya

Pemuda Krueng Pantoe dan Personel Koramil Kuala Batee Abdya Lakukan Normalisasi Sungai

Beton bekas tanggul bendungan irigasi yang tidak berfungsi lagi dibongkar dengan bantuan alat berat jenis beko.

Foto kiriman warga
Pemuda Gampong Krueng Pantoe bersama personel Koramil 02 Kuala Batee, Kabupaten Abdya, melakukan gotong royong untuk normalisasi aliran sungai di kawasan irigasi Alue Thoe, selama tiga hari terakhir hingga Kamis (7/1/2021). 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pemuda Gampong Krueng Pantoe bersama personel Koramil 02 Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), melakukan normalisasi aliran sungai di kawasan irigasi Alue Thoe.

“Gotong royong pemuda bersama personel TNI dari Koramil 02 Kuala Batee untuk normalisasi aliran sungai sudah berlangsung tiga hari,” kata Ketua Pemuda Gampomg Krueng Pantoe, Syamsuir AW kepada Serambinews.com, Jumat (8/1/2020).

Kegiatan nomalisasi sungai dilakukan di kawasan tanggul beton bekas bendungan irigasi Alue Thoe (Alue Bak Ara) yang lama dan tidak dipakai lagi. Beton bekas tanggul bendungan irigasi yang tidak berfungsi lagi dibongkar dengan bantuan alat berat jenis beko.

“Beton tanggul bendungan irigasi yang lama harus dibongkar karena menjadi penyebab terjadi erosi atau pengikisan tebing sungai sangat meresah warga,” kata Syamsuir AW.             

Frekwensi banjir aliran Krueng Pantoe dikatakan sangat tinggi sehingga berdampak terjadi erosi parah ditandai runtuhnya tebing sungai di kanan kiri beton bekas tanggul bendungan irigasi yang lama yang tidak dipergunakan lagi.

Hal ini disebabkan, beton bekas tanggul bendungan irigasi tersebut menahan aliran sungai. Ketika sungai meluap mengarah ke dalam areal sawah dan pemukiman warga setempat melalui tebing kanan kiri sungai yang runtuh.

Baca juga: Mulai 11 Januari Berlaku PPKM, Pusat Perbelanjaan Beroperasi Hingga Pukul 19.00 WIB

Baca juga: VIRAL Kakak Beradik Kumpul Uang Berikan Hadiah untuk Ibu, Gelang Emas Tersemat pada Pergelangan

Baca juga: Uji KIR di Aceh Barat Terhenti, Ini Penyebabnya

Baca juga: Wanita Ini Meninggal Karena Kanker Hati, Dokter Ungkap Tiga Benda di Dapur Jadi Penyebabnya

Syamsuir AW menjelaskan, tebing sungai runtuk semakin lebar di dua sisi (kanan kiri) lokasi beton bekas tanggul bendungan irigasi. Areal sawah masyarakat pun  berubah menjadi aliran sungai. Tidak kurang areal sawah seluas 10 bambu benih milik Rusni dan M Zakir lokasi sebelah kanan sungai arah gunung hilang ditelan arus.

Peristiwa erosi parah juga terjadi di sebelah kiri aliran sungai sehingga areal kebun warga berubah menjadi sungai atau pantai, antara lain kebun milik Suhaimi dan Zuraidah.

“Jarak tebing sungai dengan rumah warga dan Mushalla Alue Bak Ara hanya tersisa sekitar 25 meter, sehingga jika tak segera dilakukan normalisasi dikhawatirkan menimbulkan malapetaka bagi warga sekitar,” ungkap Syamsuir AW.

Halaman
12
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved