Breaking News:

Berita Aceh Barat

Uji KIR di Aceh Barat Terhenti, Ini Penyebabnya

Uji KIR di Aceh Barat untuk kendaraan umum sementara waktu terhenti hingga menunggu kelengkapan pembuatan kartu electronic tersebut.

Serambinews.com
Tarfin, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Atas kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan mengantisipasi beredarnya buku uji berkala atau kir palsu, maka akan menggantinya dengan menerbitkan bukti lulus uji kir elektronik (BLUE) sebagai pengganti buku uji kir yang saat ini masih digunakan.

Uji KIR merupakan salah satu rangkaian tes untuk mengukur apakah sebuah kendaraan masih layak jalan atau tidak.

Maka dengan kebijakan tersebut uji KIR di Aceh Barat untuk kendaraan umum sementara waktu terhenti hingga menunggu kelengkapan pembuatan kartu electronic tersebut.

"Penggunaan buku KIR tidak berlaku lagi sejak Januari 2021, karena akan diganti menjadi kartu BLUE," kata Tarfir, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat kepada Serambinews.com, Jumat (8/1/2021).

Disebutkan, bahwa uji KIR ini wajib bagi kendaraan niaga, baik itu yang digunakan untuk mengangkut penumpang maupun barang, seperti  Dump truck, Truk tangki, Double cabin, Pick up, dan Bus.

Ia menambahkan, bahwa terkait dengan keperluan tersebut tentunya pihaknya sedang melakukan langkah persiapan untuk pengadaan alat pembuatan kartu oleh tronik tersebut.

“Rekanan sudah sudah siap untuk pengadaan alat pembuatan kartu electronic uji KIR, sedang alokasi anggaran untuk kebutuhan tersebut sudah ada di 2021 ini,” jelas Tarfin.

Lebih lanjut jelas Tarfin, karena saat ini masih awal tahun, tentunya anggaran tersebut belum bisa dicairkan, akan tetapi pihaknya akan meminda kesedian rekanan dulu untuk pengadaan alat tersebut, sehingga kebutuhan untuk Uji KIR bisa cepat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Uji KIR ini bukan hanya warga Aceh Barat, akan tetapi seperti Aceh Jaya, Nagan Raya dilakukan di Aceh Barat,” ujarnya.

Tarfin menjelaskan, nantinya setiap kendaraan akan memiliki kartu BLUE, satu formulir data, dan stiker yang akan ditempel di kaca mobil. Ketiga komponen tersebut menjadi pengganti buku kir lama setelah kendaraan lulus pengujian.

Dia menambahkan, dalam kartu BLUE akan dilengkapi chip yang memuat data kendaraan. Setiap anggota kepolisian dan dinas perhubungan akan dilengkapi dengan handphone yang dilengkapi dengan fitur untuk mendeteksi kartu BLUE tersebut.

Ia berharap, upaya tersebut akan menghindari pemalsuan buku kir. "Jadi mudah-mudahan apa yang dilakukan Ditjen Perhubungan Darat ini akan memperbaiki aspek keselamatan.

Dia mengakui, bukti kir yang saat ini berlaku memang tidak memiliki pengaman dan kurangnya kontrol. Dengan sistem yang baru nanti, Tarfin menegaskan pengawasan akan lebih ketat dan data uji kir kendaraan tidak bisa lagi dipalsukan.(*)

Baca juga: Wanita Ini Meninggal Karena Kanker Hati, Dokter Ungkap Tiga Benda di Dapur Jadi Penyebabnya

Baca juga: Polisi di Pidie Jaya Bekuk Maling Ponsel dan Uang Tunai, Ini Jumlah Uang yang Dibawa Kabur

Baca juga: Dewan Turunkan Tim Pansus, Terkait Dampak Lingkungan di Kawasan Tambang Aceh Barat

Baca juga: Tanggapi Kematian Pramugari yang Dibunuh, Manny Pacquiao Janjikan Rp 141 Juta Demi Ungkap Pelaku

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved