Kamis, 4 Juni 2026

Berita Malaysia

Empat Hari, Warga Aceh di Malaysia Kumpulkan 60.000 Ringgit, Ini Daftar Kebutuhan Korban Banjir

Pengutipan sumbangan dari pedagang, saudagar, dan warga keturunan Aceh di Malaysia, masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Tayang:
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Foto kiriman Jafar Insya Reubee
Komunitas Aceh di Malaysia mengumpulkan bantuan untuk korban banjir yang melanda sejumlah negeri di Malaysia, awal Januari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR – Memasuki hari keempat, warga Aceh di Malaysia sudah mengumpulkan uang senilai 60.000 ringgit Malaysia dan 5000 sak beras.

Pengutipan sumbangan dari pedagang, saudagar, dan warga keturunan Aceh di Malaysia, masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Demikian disampaikan President Komunity Melayu Acheh Malaysia (KMAM) Datuk Mansyur Usman dan komunitas Aceh di Malaysia, Jafar Insya Reubee, kepada Serambinews.com, Ahad (10/1/2021) malam.

Jafar Insya mengatakan, siang tadi dirinya bersama Datuk Mansyur dan Azhar Har, berdiskusi dengan Siti Noraishah Tan Sri SM Salim, tokoh perempuan Malaysia keturunan Aceh yang kini menjabat President Angkatan Sukarelawan Asas Sejahtera (ASAS).

Jafar Insya mengatakan, dalam diskusi tersebut, Siti Noraishah, perempuan berdarah Samalanga, Bireuen, memberikan banyak saran terkait barang-barang kebutuhan yang sangat mendesak bagi korban banjir.

“Hasil diskusi dengan Puan Siti Noraishah Tan Sri SM Salem, asal Aceh Samalanga, barang yang sangat mendesak dapur gas dan tong gas, biskut, megi cup, selimut toto, serta pencuci lantai untuk boleh masuk semula ke dalam rumah. Barang-barang sembako lainnya juga boleh,” tulis Datuk Mansyur dalam pesan WhatsApp yang kemudian disebarkan ke grup Relawan Komunity Acheh Malaysia dan Grup SUBA.

Pengurus Komunity Melayu Acheh Malaysia (KMAM) (kiri) melakukan pertemuan dengan President Angkatan Sukarelawan Asas Sejahtera (ASAS), Siti Noraishah Tan Sri SM Salim, di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (10/1/2021), membicarakan mekanisme pengumpulan sumbangan dan penyaluran bantuan untuk korban banjir di Malaysia.
Pengurus Komunity Melayu Acheh Malaysia (KMAM) (kiri) melakukan pertemuan dengan President Angkatan Sukarelawan Asas Sejahtera (ASAS), Siti Noraishah Tan Sri SM Salim, di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad (10/1/2021), membicarakan mekanisme pengumpulan sumbangan dan penyaluran bantuan untuk korban banjir di Malaysia. (SERAMBINEWS.COM/Handover)

Berdasarkan pendataan relawan ASAS di lapangan, barang-barang yang paling dibutuhkan oleh korban banjir adalah, waterjet (mesin pompa air), penyapu, cangkul, penyodok, pengais, plastik sampah, baldi.

“Ini semua sangat dibutuhkan untuk kerja-kerja pembersihan,” kata Datuk Mansyur mengutip keterangan Puan Siti Noraishah.

Kebutuhan lain yang juga tak kalah penting adalah, tikar, kain batik, kain pelikat, sajadah, telekung (mukena), t.shirt lelaki (kaos), baju perempuan, baju kanak-kanak, tudung (jilbab), popok, pad wanita, pakaian dalam wanita dan lelaki, toto, selimut, bantal, dan tuala mandi (handuk).

“Barang-barang itu yang paling disarankan untuk dibawa kepada korban banjir. Kalau beras dan sembako kabarnya lumayan banyak. Tapi kalau memang mau membantu barang-barang sembako lainnya juga boleh,” kata Datuk Mansyur.

Baca juga: Banjir Malaysia Semakin Parah, Siti Nurhaliza Sedih Melihat Sekolahnya Terendam Hingga Seatap

Baca juga: Warga Malaysia Bantu Korban Banjir di Aceh, Disalurkan Melalui Jaringan KMAM

Laporan Empat Hari Kutipan

Sementara itu, Ketua SUBA (Sosialisasi Umah Ban Sigoem Aceh) Bukhari Ibrahim melaporkan, selama 4 hari pengutipan sumbangan telah terkumpul 5000 sak beras dan uang cash sekitar 60.000 Ringgit Malaysia.

Bantuan itu dikumpulkan dari 20 wilayah yang terdapat komunitas Aceh, terutama pedagang kedai runcit Aceh dan saudagar keturunan Aceh.

Ke-20 wilayah yang berada di Lembah Klang dimaksud adalah, Sungai Buloh, Kajang, Cheras, Semenyih, Selayang, Rawang, Gombak, Banteng, Jenjarom, Klang, Sungai Udang, Pondok Indah, Telok Gong, Shah Alam, Puchong, K Baru, Keramat, Kepong, Sepang, Dengkil, Meru, Petaling Jaya/Datuk Harun, Kampung Baru dan Chow Kit.

“Insya Allah bantuan ini akan meningkat lagi sampai tanggal 14 Januari ini,” kata Bukhari Ibrahim.

Bukhari bin Ibrahim (46) Ketua SUBA.
Bukhari bin Ibrahim (46) Ketua SUBA. (For Serambinews.com)

Menurutnya, ditargetkan bantuan dari masyarakat keturunan Aceh di Malaysia ini akan diberangkatkan pada tanggal 15 Januari dengan menggunakan 20 Toyota Hilux ke Pahang, Johor, Trengganu, dan Kelantan.

Warga keturunan Aceh di Malaysia, mulai menggalang dana untuk membantu korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Malaysia.

Baca juga: VIRAL Kakek Pegang Erat Motor Tuanya yang Terbawa Banjir, Jatuh Saat Melintas dan Dibantu Relawan

Baca juga: Banjir Hingga Merusak, Ini yang Harus Dilakukan

Banjir Terparah Sejak 2015

Diberitakan sebelumnya, warga keturunan Aceh di Malaysia, menggalang dana untuk membantu korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Malaysia.

Informasi tersebut disampaikan Presiden Komunity Melayu Aceh Malaysia (KMAM) Datuk Mansyur Usman, melalui pesan WhatsApp kepada Serambinews.com, Selasa (5/1/2021) malam.

“Mulai hari ini, Selasa (5/1/2021), kita telah mulai menggerakkan usaha penggalangan dana untuk membantu warga Malaysia yang hari ini sedang mengalami musibah di beberapa negeri,” kata Datuk Mansyur.

Ia menyebutkan, ini merupakan musibah banjir terbesar yang melanda Malaysia setelah tahun 2015 lalu.

Sementara itu, anggota komunitas Aceh di Malaysia, Jafar Insya Reubee mengatakan, berdasarkan informasi diterima, banjir kali ini terjadi di 6 negara bagian.

Terparah dengan warga terdampak yang melebihi seribu orang terjadi di Negara Bagian Terengganu, Negara Bagian Pahang, dan Negara Bagian Johor.

Sedangkan warga terdampak banjir antara 500 hingga 999 orang terjadi di Negara Bagian Perak.

Selain itu, banjir yang menimbulkan pengungsian juga terjadi di Negara Bagian Kelantan dan Negara Bagian Selangor.

Presiden KMAM, Datuk Mansyur Bin Usman, mengimbau semua masyarakat Aceh di Malaysia dapat sama-sama menghulurkan bantuan di atas apa yang sedang berlaku terhadap warga Malaysia yang sedang mengalami musibah.

“Kita mengenang jasa baik Kerajaan Malaysia dan rakyat Malaysia, yang telah banyak membantu warga Aceh di Malaysia, termasuk sangat banyak membantu warga Aceh saat bencana tsunami tahun 2004 lalu,” kata Datuk Mansyur.

Pria kelahiran Aceh Utara yang kini telah menjadi warga Malaysia ini menambahkan, beberapa hari lalu, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan sebesar 10.000 ribu ringgit Malaysia, kepada korban banjir di Aceh Utara.

“YABhg Tun Daim menyumbang RM 10.000 pada hari Kamis lalu, bantuan itu sudah kami kirimkan ke Aceh untuk dibelikan beras dan disalurkan kepada korban banjir,” ujarnya.

“Jadi memang sudah lazim antara orang Aceh dan Malaysia untuk saling membantu jika ada yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.

Datuk Mansyur juga menceritakan, ketika banjir besar melanda Malaysia pada tahun 2015 lalu, komunitas Aceh di Malaysia menyalurkan bantuan bahan makanan hingga 30 ton.

“Apabila kadar bantuan kali ini juga mencapai 30 ton bahan makanan, maka kita akan kembali menggandeng Mindef atau Kementerian Pertahanan Malaysia untuk mengawal bantuan dari masyarakat Aceh, seperti yang pernah kita lakukan pada tahun 2015 lalu,” kata Datuk Mansyur.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved