Rabu, 13 Mei 2026

Pesawat Jatuh

Sosok Afwan Captain Pilot Sriwijaya Air SJ 182, Dikenal Ramah dan Rajin Ibadah

Captain Pilot Sriwijaya Air SJ 182 bernama Afwan menjadi salah seorang korban pesawat jatuh.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Istimewa
Captain Afwan (kanan) 

"Kami masih berharap sama Allah ada kabar baik dan mukjizat," katanya.

Captain Afwan dikenal oleh warga setempat setempat sebagai sosok yang baik dan ramah.

Captain Afwan dan keluarga tinggal di Perumahan Bumi Cibinong Endah Blok A3, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Pencarian terhadap para penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan kepulauan Seribu dilanjutkan hari ini, Minggu (10/1/2020).

Seperti diberitakan, Pesawat Boeing 737-500 milik maskapai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 tersebut awalnya dilaporkan kehilangan ketinggian dalam waktu singkat.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 kehilangan ketinggian empat menit pasca-lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.30 WIB.

Pesawat dengan nomor penerbangan SJ-182 itu seharusnya tiba pada pukul 15.15 WIB di Bandara Internasional Soepadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Namun pesawat yang mengangkut 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi, dan 6 kru penerbangan itu dikabarkan hilang kontak sekitar 11 mil laut arah utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di atas Kepulauan Seribu.

Pesawat dengan registrasi PK-CLC tersebut terpantau pada situs Flightradar24, take off pada pukul 14.30 LT (ist)
Pesawat itu dipiloti Kapten Afwan.

Berdasarkan laporan yang diunggah oleh akun Twitter Flightradar24, insiden tersebut terjadi empat menit setelah Sriwijaya Air SJ-182 take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Sriwijaya Air penerbangan #SJ182 kehilangan ketinggian lebih dari 10.000 kaki dalam waktu kurang dari satu menit, sekitar empat menit setelah keberangkatan dari Jakarta (Sriwijaya Air flight #SJ182 lost more than 10.000 feet of altitude in less than one minute, about 4 minutes after departure from Jakarta)," tulis admin Flightradar24.

Dari data yang diunduh juga tercatat ketinggian jelajah pesawat Sriwijaya Air SJ-182 turun 5.500 kaki (dari 10.900 ke 5.400) dalam 15 detik.

Sementara dari ketinggian 5.400 kaki hingga 250 kaki dalam 7 detik.

"Data dari @flightradar24 #SriwijayaAir #SJ182 jatuh 4 menit setelah takeoff. Ketinggain pesawat turun 5.500 kaki (dari 10.900 ke 5.400) dalam 15 detik. Lalu dari 5.400 kaki hingga 250 kaki dalam 7 detik."

Berdasarkan data dari Planespotters.net, pesawat B737-500 yang dioperasikan Sriwijaya Air berusia 26,7 tahun, terbang perdana pada 13 Mei 1994, dan telah dipakai oleh Sriwijaya Air selama delapan tahun.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved