Breaking News:

Pesawat Jatuh

Kisah Saksi Mata saat Sriwijaya Air 182 Jatuh ke Laut, Ombak Naik: Kami Lagi di Tengah Laut

Menurut Hendrik, saat ini ia sedang berada diatas kapal nelayan bersama dua ABK kapal pencari rajungan.

www.serambitv.com
TNI AL mengerahkan sejumlah kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan personel Komando Pasukan Katak untuk membantu pencarian pesawat Sriwijaya Air. 

Saat itu, ia dan dua temannya sempat mengira benda tersebut merupakan bom yang jatuh dan meledak di laut.

Hendrik juga mengaku sesaat sebelum kejadian tidak terdengar suara mesin pesawat sebelum dentuman keras, serta tidak terlihat kobaran api membubung sesaat setelah dentuman keras.

"Suara mesin gak ada. Terus saat kejadian gak kelihatan ada api, hanya asap putih, puing-puing yang berterbangan, air yang berombak besar, dan ada aroma seperti bahan bakar," katanya.

Meski tidak mengalami cedera dan kapalnya tidak mengalami kerusakan, Hendrik mengaku masih terguncang, hingga tidak enak makan dan tidur sampai tak sanggup bekerja mencari rajungan seperti sedia kala.

Temuan Puing dan Korban

Pencarian puing hingga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 terus dilakukan Basarnas bersama TNI dan Polri.

Hingga hari ini, Senin (11/1/2021) pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ 182 terus dilanjutkan.

Beberapa puing hingga pakaian dan jenazah korban pesawat Sriwijaya Air pun telah ditemukan.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari tayangan di kanal Youtube CNN Indonesia, Kepala Basarnas, Marsekal Madya Bagus Puruhito mengurai perihal temuan dari pencarian Sriwijaya Air SJ 182.

Kurang lebih, Basarnas telah menemukan belasan potongan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Halaman
1234
Editor: Nur Nihayati
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved