Berita Aceh Tamiang
Air Lewati Tanggul, Permukiman di Bendahara Masih Terendam Banjir
Ketinggian air dikhawatirkan bertambah akibat adanya sembilan tikungan sungai berstatus kritis dan siaga.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nur Nihayati
Ketinggian air dikhawatirkan bertambah akibat adanya sembilan tikungan sungai berstatus kritis dan siaga.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Perkampungan di Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang hingga Rabu (13/1/2021) sore masih direndam air.
Ketinggian air dikhawatirkan bertambah akibat adanya sembilan tikungan sungai berstatus kritis dan siaga.
Banjir yang merendam perkampungan sejak kemarin sore ini tidak hanya disebabkan tingginya curah hujan dalam dua hari terakhir.
Kondisi sheet pile dan tanggul yang rusak turut memperparah kondisi.
Bupati Aceh Tamiang Mursil ketika meninjau kerusakan sheet pile dan tanggul di Kampuang Rantaupakam menyebut kerusakan sheet pile terbilang parah karena terjadi tiga patahan.
Patahan ini menyebabkan dinding beton penahan air sungai itu tidak lagi lurus dan terkesan tidak lagi berada di tepi sungai, melainkan di dalam arus sungai.
Baca juga: KPI Aceh Minta Lembaga Penyiaran Aktif Tangkal Hoaks Tentang Vaksin
Baca juga: VIDEO Instagram Tandai Akun Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan kata ‘Mengenang’
Baca juga: Penduduk Dianjurkan Mengungsi, Ini Penyebab Tanah Bergerak di Kuta Cot Glie, Aceh Besar
Sementara tanggul yang terbuat dari timbunan tanah tak kuat menahan derasnya arus sungai. Setidaknya ada tiga titik kerusakan baru yang membuat air sungai mengalir deras ke pemukiman.
“Kadis PU dan Kalaks BPBD akan saya minta turun langsung ke sini untuk melakukan evaluasi dan penanggulangan dengan cepat,” kata Mursil.
Mursil menjelaskan Pemkab Aceh Tamiang tidak memiliki kewenangan besar dalam mengelola kawasan sungai karena sepenuhnya hak Pemerintah Aceh.
“Perlu diketahui, kawasan sungai di Aceh Tamiang itu wewenang provinsi. Jadi kita tidak bisa sembarangan menempatkan anggaran di situ,” ujarnya.
Namun karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat Aceh Tamiang, Mursil menginstruksikan jajarannya melakukan perbaikan darurat.
“Walau ini wewenang provinsi, bukan berarti kita diam, yang penting celah tanggul yang menjadi sumber air harus segera ditutup,” ujarnya.
Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuar yang mendampingi Mursil di lokasi banjir menyebut secara keseluruhan di wilayahnya ada sembilan tikungan sungai yang berpotensi jebol.
Menurutnya potensi kerusakan ini sudah dilaporkan ke Pemerintah Aceh untuk segera diatasi.
“Setidaknya ada empat kampung yang terimbas parah, yakni Telukhalban, Telukkemiri, Rantaupakam dan Telukkepayang,” kata Aji, sapaan Fakhrurrazi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/f01000.jpg)