Breaking News:

Berita Simeulue

Tersangka Penyebar Ujaran Kebencian Soal Tolak Vaksin Terancam Pidana Enam Tahun Penjara

Atas perbuatan oknum aparat desa tersebut, lanjutnya, ancaman hukumannya yakni pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak...

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Vaksin 

Atas perbuatan oknum aparat desa tersebut, lanjutnya, ancaman hukumannya yakni pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000.

Laporan Sari Muliyasno I Simeulue

SERAMBINEWS.COM, SINABANG - Penyidik Polres Simeulue saat ini masih memeriksa tersangka ES (34) warga Desa Pulau Teupah, Kabupaten Simeulue, yang dtangkap karena memposting ujaran kebencian dan menyesatkan di media sosial soal penolakan vaksin.

Kasat Reskrim Polres Simeulue Iptu Muhammad Rizal, yang dikonfirmasi Serambinews.com, Kamis (13/1/2021) menyatakan, bahwa pemeriksaan tersangka ES masih dilakukan oleh penyidik.

Hal itu, untuk mengungkap motif tersangka yang telah menyebarkan informasi menyesatkan tersebut.

"Sedang diperiksa penyidik," katanya.

Dari hasil pengembangan sementara, bahwa tersangka ES merupakan aparat desa dengan jabatan sebagai Kasi Kesejahteraan Desa Pulau Teupah, Kecamatan Teupah Barat.

Kemudian, tersangka juga mengaku dalam membuat postingannya di media sosial lantaran berawal dari sebuah berita dari media online.

"(Alasan tersangka) karena yang membuat link berita/imbauan, mengaku merupakan ulama Aceh, sehingga menggerakkan tersangka memposting link berita tersebut di FB (facebook) akun miliknya," pungkasnya.

Atas perbuatan oknum aparat desa tersebut, lanjutnya, ancaman hukumannya yakni pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000. (*)

Baca juga: Sembilan Kepala KUA di Aceh Singkil Dirotasi, Ini Nama-namanya

Penulis: Sari Muliyasno
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved