Minggu, 19 April 2026

Banjr Aceh Tamiang

Banjir Masih Rendam Pemukiman di Aceh Tamiang Akibat Tertahan Tanggul

Namun dapur umum yang didirikan BPBD masih dioperasikan karena hampir seluruh warga belum bisa menggunakan dapurnya.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT WIGUNA
Seorang anak berada di depan rumahnya yang terendam banjir di Rantaupakam, Bendahara, Aceh Tamiang, Rabu (13/1/2021). Ancaman banjir masih terus mengintai daerah ini mengingat masih ada sembilan tikungan sungai yang kritis. SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA 

Laporan Rahmad Wiguna I Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Banjir yang merendam sebelas kampung di enam kecamatan Aceh Tamiang mulai surut, Kamis (14/1/2021).

Ketinggian air yang rata-rata mencapai 60 centimeter ini sebelumnya sempat melumpuhkan aktivitas warga.

“Sudah surut, tidak ada lagi warga yang mengungsi,” kata Plt Camat Rantau Iman Suhery.

Data BPBD Aceh Tamiang sebelumnya menyebut sebanyak 394 kepala keluarga atau 1.510 warga Rantau harus tinggal sementara di pengungsian yang disediakan di dua lokasi, Dusun Dusun Cintadamai Tambakkuta dan Dusun Rahmat.

Kondisi serupa disampaikan Camat Bendahara, Fakhrurrazi yang menyebut ketinggian air menyusut drastis sejak Kamis (14/1/2021) siang.

Baca juga: Kabid Operasional Dinas Pengairan Aceh Tersangka Korupsi Proyek Irigasi Manggeng 

Baca juga: VIDEO Ular Piton Raksasa Lahap Kambing Bunting di Aceh Singkil, tak Melawan saat Ditangkap Warga

Baca juga: Gubernur Aceh Luncurkan Buku Dana Otsus Abadi

Kecamatan ini merupakan daerah paling terdampak parah banjir akibat rusaknya tanggul dan sheet pile sungai.

“Sudah surut, tapi di Rantaupakam rumah masih banyak yang digenangi air,” kata Fakhrurrazi.

Kondisi ini disebabkan luapan air sungai yang merendam pemukiman tidak memiliki saluran kembali ke sungai akibat tertahan tanggul.

“Banjir kemarin air dari sungai melewati tanggul, ketika sudah surut, posisi tanggul lebih tinggi jadinya air tertahan di pemukiman,” jelasnya.

Fakhrurrazi menambahkan kondisi air yang mulai surut ini membuat seluruh warga yang sempat mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.

Namun dapur umum yang didirikan BPBD masih dioperasikan karena hampir seluruh warga belum bisa menggunakan dapurnya.

Baca juga: Umuslim Jalin Kerja Sama dengan Empat Lembaga

Baca juga: VIDEO Ular Piton Raksasa Lahap Kambing Bunting di Aceh Singkil, tak Melawan saat Ditangkap Warga

Baca juga: Gubernur Aceh Luncurkan Buku Dana Otsus Abadi

“Dapur umum masih kita aktifkan karena warga belum bisa memasak,” tukasnya.

Sebelumnya banjir di Aceh Tamiang sempat meluas ke wilayah hilir hingga merendam 482 rumah pada Rabu (13/1/2021).

Banjir yang disebabkan intensitas hujan tinggi dalam dua hari terakhir ini awalnya hanya merendam perkampungan di wilayah hulu, seperti Bandarpusaka dan Tamiang Hulu.

Namun memasuki hari kedua, debit air mulai memasuki perkampungan di Kota Kualasimpang, Sekerak, Rantau hingga wilayah hilir seperti Seruway dan Bendahara.

“Total adan enam kecamatan dan sebelas kampung yang terdampak banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Syahri.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved