Jumat, 15 Mei 2026

Dokter Gemetar Saat Suntik Jokowi

Tangan Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Prof dr Abdul Muthalib SppPD-KHOM, gemetar saat suntik Vaksin Covid-19 produksi Sinovac, Cina

Tayang:
Editor: bakri
Foto/BPMI Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo bersiap disuntik dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Sinovac oleh vaksinator Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof Abdul Mutalib di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021). 

Vaksin tersebut juga telah mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sudah dinyatakan suci dan halal olehMUI. Vaksinasi nasional dinilai Jokowi sangat genting, khususnya dalam rangka memutuskan rantai penularan virus Corona.  "Selain itu, membantu percepatan pemulihan ekonomi, terakhir meskipun telah dilaksanakan vaksinasi," kata Presiden.

Jokowi kembali mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan meski telah dilakukan vaksinasi Covid-19. Masyarakat harus tetap disiplin mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. "Saya terima kasih pada Prof dr Abdul Muthalib yang menyuntikkan vaksinnya kepada saya, terima kasih," pungkasnya.

Aceh mulai besok

Untuk Aceh, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan dimulai Jumat (15/1/2021) besok. Pada tahap awal, penyuntikan akan dilakukan oleh Pemerintah Aceh, Pemko Banda Aceh, dan Pemkab Aceh Besar. Sasarannya adalah pejabat dan tenaga medis. Pada hari yang sama, penyuntikan vaksin Sinovac itu juga dilaksanakan secara serentak oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia

Menjelang penyuntikan tersebut, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Rabu (13/1/2021) pukul 14.00 WIB, menyalurkan vaksin Covid-19 ke Dinkes Banda Aceh dan Aceh Besar. Vaksin yang diterima Pemerintah Aceh dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 27.880 dosis. Rinciannya pada 5 Januari 2021 sebanyak 14.000 dosis, dan 12 Januari 2021 sebanyak 13.880 dosis.

“Untuk tahap pertama, Banda Aceh kita salurkan 12.760 dosis dan Aceh Besar 5.080 dosis, dan provinsi 10.040 dosis,” ujar Kadis Kesehatan Aceh, dr Hanif, dalam konferensi pers terkait vaksin Covid-19 di kantor dinas setempat, Rabu (13/1/2021) siang. Adapun lokasi penyuntikan, menurut Hanif, untuk provinsi kemungkinan di RSUZA, Banda Aceh di RSUD Meuraxa, dan Aceh Besar, di RSUD Indrapuri.

Sedangkan untuk kabupaten/kota lain di Aceh, sambung Hanif, sesuai dengan jadwal yang disusun Satgas Covid-19 Pusat, vaksin akan dikirim pada 15 Februari 2021 mendatang. “Setelah pelaksanaan vaksinasi di tiga lokasi pertama (Provinsi, Banda Aceh, dan Aceh Besar) berlangsung sukses, baru Pemerintah Pusat mengirim vaksin tahap berikutnya untuk kabupaten/kota lain di Aceh,” jelas dr Hanif.

Ia menyebutkan, total tenaga kesehatan di Aceh yang akan divaksin sebanyak 56.450 orang. Setelah itu, dilanjutkan dengan tenaga pelayanan publik dan TNI/Polri 365.294 orang. Lalu, masyarakat rentan geospasial, sosial, dan ekonomi 1.771.014 orang, serta pelaksana ekonomi esensial dan kelompok masyarakat lainnya sebanyak 1.592.752 orang. “Semoga pada hari Jumat (15/1/2021), Dinkes Aceh, Banda Aceh, dan Aceh Besar bisa melaksanakan vaksinasi terhadap petugas kesehatan di wilayahnya masing-masing,” ujar dr Hanif didampingi Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Wiratmadinata. (tribun network/genik/yuda/denis/yuda/her)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved