Internasional

Surat Kabar Kelahiran Donald Trump Laporkan, 'Ratu Pria Dimakzulkan'

Surat kabar kelahiran Donald Trump di Queens New York City, berhasil menemukan sudut pandang lokal untuk pemakzulan keduanya.

Editor: M Nur Pakar
New Statesman
Presiden AS Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK -Surat kabar kelahiran Donald Trump di Queens New York City, berhasil menemukan sudut pandang lokal untuk pemakzulan keduanya.

Bahkan, menarik tawa dengan headline mereka yang nakal.

Queens Daily Eagle, surat kabar lokal wilayah NYC tempat Trump lahir dan besar, memberi judul kisah pemakzulan untuk edisi Kamis (14/1/2021):

“Ratu Pria Dimakzulkan Lagi."

Tidak terbatas pada tajuk utama, seperti laporan dimulai:

"Seorang pengembang real estat kelahiran Queens membuat sejarah."

"Ketika menjadi presiden AS pertama yang pernah dimakzulkan dua kali oleh Dewan Perwakilan Rakyat."

Baca juga: DPR AS Makzulkan Donald Trump, Pemimpin Partai Republik di Senat Siap Hukum Sang Presiden

Ini bukan pertama kalinya surat kabar tersebut menarik perhatian dengan tajuk utama terpaku pada keberuntungan penduduk setempat.

"Ratu Pria dimakzulkan," adalah tajuk utama yang dipilih oleh Queens Daily Eagle ketika Trump dimakzulkan untuk pertama kalinya.

Ketika Trump kalah dalam pemilihan dari Joe Biden, surat kabar itu menyebutkan "Ratu Pria Diusir."

DPR memilih 232 hingga 197 pada Rabu (13/1/2021) untuk mendakwa Trump untuk kedua kalinya dimakzulkan.

Dia menjadi satu-satunya presiden Amerika yang dimakzulkan dua kali.

Baca juga: Pemimpin Partai Republik di Senat Nilai Trump Sudah Tepat Dimakzulkan, Tak Dapat Dimaklumi Lagi

Surat kabar tersebut menyebut Trump seperti seorang Republikan yang lumpuh berusia 74 tahun.

Bahkan, pada Desember 2019, Trump menjadi presiden ketiga yang dimakzulkan oleh Kongres dan yang pertama dari Queens."

Beberapa orang menggunakan Twitter untuk mengapresiasi sarkasme surat kabar itu.

Beberapa menghargai keberanian editor, sementara yang lain menunjukkan bahwa Trump tidak lagi menjadi anggota New York City.(*)

Baca juga: Perdana Menteri Inggris, Dari Mendukung Trump Jadi Berbalik Arah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved