Breaking News:

Internasional

Perdana Menteri Inggris, Dari Mendukung Trump Jadi Berbalik Arah

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson awalnya memberi dukungan kepada Presiden AS Donald Trump jadi berbalik arah.

AP
Presiden Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, berbicara kepada media sebelum sarapan pagi di Hotel du Palais di sela-sela KTT G-7 di Biarritz , Prancis pada 25 Agustus 2019. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson awalnya memberi dukungan kepada Presiden AS Donald Trump jadi berbalik arah.

Johnson sempat mengatakan banyak hal baik tentang Donald Trump selama bertahun-tahun.

Mulai dari mengungkapkan kekaguman kepada presiden AS itu, hingga menyarankan dia mungkin layak menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Dilansir AP, Kamis (14/1/20210), tetapi setelah kerumunan pendukung Trump menyerbu Capitol AS pada 6 Januari, Johnson mengubah nadanya.

Baca juga: Inggris Keluar Uni Eropa, Irlandia Utara Mulai Kekurangan Bahan Makanan

Trump, katanya, telah mendorong pemberontakan dengan kekerasan.

Untuk mempermasalahkan hasil dari pemilihan yang bebas dan adil dan sepenuhnya salah.

Itu adalah poros dramatis bagi seseorang yang sering dibandingkan dengan Trump.

Bahkan, selama bertahun-tahun menahan diri untuk tidak mengkritiknya secara terbuka.

Para pemimpin dunia lainnya juga menghadapi dilema dalam berurusan dengan presiden yang mudah berubah.

Bahkan, tidak dapat diprediksi dengan janji menghancurkan dan institusi internasional diabaikan.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved