Breaking News:

Masjid Raya Terima Sertifikat Tanah Wakaf

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh, Dr Agustyarsyah SSiT SH MP, menyerahkan sertifikat tanah wakaf

SERAMBINEWS.COM/ MISRAN ASRI
Kepala BPN Aceh, Dr Agustyarsyah menyerahkan sertifikat tanah wakaf untuk Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh dan diterima oleh Imam Besar Masjid Raya, Prof Dr Tgk H Azman Ismail (kanan) seusai ba'da Jumat (15/1/2021). 

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil)  Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh, Dr Agustyarsyah SSiT SH MP,  menyerahkan sertifikat tanah wakaf untuk Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (15/1/2021). Penyerahan sertifikat tanah wakaf itu diterima Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Prof Dr Tgk H Azman Ismail, seusai pelaksanaan shalat Jumat.

Hadir Ir Razali, sebagai wakif (orang yang mewakafkan) tiga persil tanah untuk Masjid Raya Baiturrahman (nadhir atau penerima wakaf). Prosesi penyerahan sertifikat itu juga turut disaksikan pengurus masjid serta para jamaah yang baru selesai melaksanakan shalat Jumat.

Kakanwil  BPN Aceh, Dr Agustyarsyah mengatakan, tanah yang diwakafkan Ir Razali untuk Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh itu, terdiri dari tiga persil dan seluruhnya sudah diserfikatkan. "Ketiga sertifikat itu merupakan benda tidak bergerak, berupa tiga bidang tanah yang diwakafkan oleh Pak Razali," ungkap Kakanwil BPN Aceh ini.

Di kesempatan yang sama, BPN Aceh juga menyerahkan satu sertifikat tanah wakaf produktif yang bersumber dari dana wakaf umat dan dikelola oleh lembaga masjid raya.  Kemudian wakaf produktif itu  kemudian dikonversi ke dalam bentuk tanah wakaf dan menjadi bagian aset Masjid Raya Baiturrahman. "Sertifikat wakaf produktif atau bersumber dari sumbangan umat. Kemudian dimanfaatkan membeli sebidang tanah sebagai aset untuk kepentingan Masjid Raya Baiturrahman dan kita harapkan betul-betul produktif untuk kepentingan Masjid Raya Baiturrahman," sebut Dr Agustyarsyah.

Ia mengatakan, penyerahan tanah wakaf untuk Masjid Raya Baiturrahman itu sebagai momen untuk mengajak seluruh wakif dan nadhir di seluruh Aceh proses pengurusan sertifikat di BPN  Aceh dan BPN-BPN yang ada di kabupaten/kota di Aceh mudah prosesnya.

Karena, itu pihak BPN Aceh bekerja sama dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Aceh mendorong para wakif dan nadhir yang belum mensertifikatkan tanah wakafnya untuk segera mengurus ke BPN.

Syaratnya cukup menunjukkan atau membuat akta ikrar wakaf. Kemudian melakukan pendaftaran ke BPN dan menyampaikannya ke Badan Wakaf Indonesia dan Kemenag Aceh. "BPN langsung bisa mempersiapkan dalam bentuk sertifikatkannya, agar orang yang mewakafkan tanahnya kepada nadhir bisa tenang. Begitu juga sebaliknya yang menerima amanah wakaf tersebut juga bisa menjaganya dengan baik," pungkas Dr Agustyarsyah.

Kakanwil BPN Aceh, Dr Agustyarsyah juga menerangkan hingga saat ini ada sekitar 24.000 bidang tanah wakaf yang telah diidentifikasi oleh BPN. Dari jumlah tersebut baru 6.724 di antaranya sudah bersertifikat.

"Momen penyerahan sertifikat wakaf hari ini (kemarin-red) kita harapkan dapat menjadi pemantik bagi pihak terkait dan seluruh masyarakat Aceh untuk segera mendaftarkan tanah wakaf di kantor pertanahan kabupaten/kota di seluruh Aceh dengan tujuan memberikan kepastian hukum terhadap tanah yang diwakafkan dan penggunaannya di masa depan dapat bermanfaat bagi umat," terangnya.

Ia pun menegaskan bahwa asumsi mensertifikatkan tanah wakaf itu sulit, Dr Agustyarsyah menerangkan asumsi tersebut keliru. "Kami sampaikan ke masyarakat bahwa untuk mensertifikatkan tanah wakaf itu sangat mudah s,ehingga kami bersama dengan Badan Wakaf Indonesia dan Kemenag Aceh sudah melakukan MoU. Hal itu bertujuan bagamana ini bisa mempercepat proses memsertifikatkan tanah wakaf bisa tuntas di tahun 2021 ini," demikian Kakanwil BPN Aceh, Dr Agustyarsyah.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved