Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Timur

Sempat Panik Karena Semburan Gas Berlumpur, Kini Warga telah Kondusif

Warga sempat panic dan mengungsi akibat terjadinya semburan gas disertai air dan lumpur yang terjadi di Dusun Bakti, Desa Pasie Putih...

Penulis: Seni Hendri | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Kondisi sumur minyak tradisional pasca berhenti menyemburkan gas disertai lumpur di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Minggu (17/1/2021). 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Warga sempat panik dan mengungsi akibat terjadinya semburan gas disertai air dan lumpur yang terjadi di Dusun Bakti, Desa Pasie Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Minggu (17/1/2021) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Hal itu dikatakan oleh Zulbahri Keuchik Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

“Warga panik dan sempat mengungsi karena warga sudah trauma dengan kejadian 25 April 2018 lalu, dimana peristiwa ledakan sumur gas dan terbakar menyebabkan puluhan korban jiwa dan meninggal dunia,” ungkap Zulbahri.

Namun demikian semburan gas kali ini tidak menimbulkan api, dan tidak berlangsung lama hanya sekitar tiga jam kemudian padam dengan sendirinya.

“Kini keadaan sudah kondusif, dan normal kembali warga yang sempat mengungsi sementara ke rumah tetangga, kini sudah kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Zulbahri.

Zulbahri, mengatakan sumur bekas pengeboran tradisional ini yang menyemburkan gas ini berada di tengah pemukiman penduduk dan telah ditutup tahun lalu.

Namun tiba-tiba menyemburkan gas tanpa ada aktivitas masyarakat terhadap sumur tersebut.

“Hal ini karena saat ini sedang musim hujan, karena tekanan air sehingga diduga meluap gas. Namun tak berlangsung lama, hanya tiga sudah berhenti,” ungkap Zulbahri.

Lokasi sumur tradisional yang menyemburkan gas berlumpur ini, jelas Zulbahri, berjarak 100 meter dengan lokasi sumur minyak yang meledak dan terbakar April 2018 lalu.

“Gak jauh, kurang lebih berjarak 100 meter ke arah utara dari lokasi sumur meledak tahun 2018 lalu,” ungkap Zulbahri.

Dulu, jelas Zulbahri, sempat rapat-rapat lokasi pengeboran minyak tradisional yang dilakukan warga di Desa Pasir Putih, namun pasca kejadian tahun 2018 lalu, aktivitas pengeboran tidak dilakukan warga lagi.

“Bahkan kita dari desa telah mengeluarkan aturan, bahwa tidak diperbolehkan melakukan pengeboran di daerah pemukiman penduduk. Jadi sumur bekas yang menyembur ini tanpa diotak-atik dan menyemburkan dengan gas sendirinya,” ungkap Zulbahri.

Memang, jelas Zulbahri, umumnya daerah Kecamatan Ranto Peureulak, khususnya Desa Pasir Putih, merupakan kawasan yang memiliki potensi minyak.

“Kadang-kadang orang ngebor air saja muncul gas. Jadi kejadian serupa sudah tidak aneh lagi bagi warga di desa ini,” ungkap Zulbahri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved