Berita Aceh Timur
Setelah 3 Jam, Semburan Gas Disertai Lumpur Berhenti
Semburan gas disertai lumpur yang dilaporkan sempat terjadi Minggu siang, dari salah satu sumur tradisional di Aceh Timur, dilaporkan sudah berhenti
Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Semburan gas disertai lumpur yang dilaporkan sempat terjadi Minggu siang, dari salah satu sumur tradisional di Dusun Bakti, Desa Pasie Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, dilaporkan sudah berhenti.
“Diperkiran semburan gas terjadi sampai dua hari. Namun, tadi dilaporkan keuchik bahwa semburan gas telah padam dengan sendirinya, jadi semburan terjadi sekitar 3 jam lebih sejak terjadi pukul 11.00 WIB,” ungkap Mukhtaruddin SSos MAP, kepada Serambinews.com, Minggu (17/1/2021).
Setelah semburan gas disertai lumpur berhenti, lalu warga mengambil tindakan dengan menutup lubang semburan gas dengan cara disemen.
“Warga yang sempat mengungsi ke rumah tetangga juga sudah kembali ke rumah masing-masing, karena keadaan sudah kondusif,” ungkap Mukhtaruddin.
Baca juga: Sumur Tradisional yang telah Ditutup Semburkan Gas Disertai Lumpur di Aceh Timur
Sebelumnya diberitakan, semburan gas disertai lumpur dengan tekanan tinggi terjadi dari salah satu sumur tradisional yang telah ditutup di Dusun Bakti, Desa Pasie Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.
“Keuchik melaporkan kepada saya, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB,” ungkap Mukhtaruddin SSos MAP, kepada Serambinews.com, Minggu (17/1/20210).
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, jelas Mukhtaruddin, namun, penduduk dengan jarak 100 meter dari lokasi telah mengungsi ke rumah tetangga.
Baca juga: 23 Orang Tewas Setelah Disuntik Vaksin Covid-19 di Norwegia
“Dikhawatirkan terjadi ledakan yang dapat menimbulkan api, karena itu untuk menghindari munculnya korban jiwa, warga telah mengungsi ke rumah tetangga,” ungkap mantan Camat Peureulak Timur ini.
Semburan gas disertai lumpur tersebut, tiba-tiba terjadi, tanpa ada aktivitas warga terhadap sumur tersebut, karena setahun lalu sumur tradisional milik almarhum Irwansyah tersebut telah ditutup.
“Penyebabya, diduga karena tingginya tekanan gas dari dalam sumur, sehingga bocor dan menyebabkan semburan disertai lumpur.
Namun, demikian, gas yang disemburkan tidak menimbulkan bau menyengat,” ungkap Mukhtaruddin. (*)
Baca juga: Kisah Korban Gempa, Kabari Orang Tua Selamat, Tapi Meninggal Ketika Ambil HP Saat Gempa Susulan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/semburan-gas-dan-lumpur-di-aceh-timur-2021.jpg)