Sabtu, 11 April 2026

Harga Emas

Harga Turun, Pembelian Emas Meningkat, Ini Kisaran Harganya

Pedagang emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Murizal mengatakan saat ini harga emas menunjukkan tren menurun dibanding masa awal-awal pande

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/ MAWADDATUL HUSNA
Harga emas dalam satu pekan terakhir mengalami kenaikan sebesar Rp 100.000/mayam. Foto direkam Selasa (22/12/2020). 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga emas hari ini, Senin (18/1/2021) dilaporkan di angka Rp 2.760.000/mayam belum termasuk ongkos pembuatan.

Harga emas saat ini bisa dikatakan turun dari Rp 3.200.000/mayam beberapa bulan lalu.

Harga "si kuning" sempat menyentuh di angka tersebut saat awal pandemi Covid-19 atau virus corona yang terjadi hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia.

Pasalnya, saat awal pandemi tersebut para investor asing banyak yang membeli emas sebagai investasi guna menyelamatkan mata uangnya, akibatnya, harga emas dunia ikut naik. Selain itu, politik dunia juga tidak stabil.

Pedagang emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Murizal mengatakan saat ini harga emas menunjukkan tren menurun dibanding masa awal-awal pandemi Covid-19.

Baca juga: Kisah Bocah Wajahnya Terluka dan Berdarah Dicakar Kucing, Tapi Tetap Sayang dan Beri Makan Kucing

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Langsa Tersisa 6 Orang, Suspek/PDP 11 Orang

"Banyak hal yang menyebabkan harga emas turun, di antaranya karena sudah ditemukan vaksin Covid-19. Kemudian politik dunia agak stabil, selanjutnya mata uang rupiah menguat terhadap mata uang Amerika," sebut Murizal saat menjadi narasumber dalam Program Serambi Podcast Edisi Bincang Bisnis.

Dalam edisi Bincang Bisnis tersebut mengangkat tema "Kenapa Harga Emas Turun?" disiarkan langsung melalui Facebook Serambinews.com, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Gempa Susulan Kembali Guncang Majene dan Mamuju Sulawesi Barat, Gempa Bumi ke-39 Kali

Ia menambahkan karena harga emas menunjukkan tren menurun, maka 80 persen transaksi yang terjadi banyak yang membeli mulai dari jumlah mayam kecil hingga besar. Sementara 20 persennya lagi memilih untuk menjual karena berbagai keperluan.

Selain itu, ia juga menambahkan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas namun tidak memiliki uang yang cukup untuk langsung membeli per mayam, maka sejumlah toko emas di Banda Aceh juga menawarkan kemudahan membeli emas dengan sistem cicilan.

"Misalnya dia punya uang untuk beli satu gram, maka bisa datang ke toko emas yang dipercaya, nanti dibuatkan kwitansinya. Dan kwitansi itu dipegang sama pembeli, kapan dia perlu emasnya nanti kabari pihak toko emas untuk disiapkan emasnya," sebutnya.

Dikatakan Murizal, hal itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang ingin berinvestasi emas ataupun yang sedang mempersiapkan mahar.

Karena emas juga bisa digunakan, jadi berhias sambil berinvestasi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved