Breaking News:

Berita Banda Aceh

Nelayan Diminta Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Utara Sabang

Sehingga pihak BMKG mengimbau nelayan supaya dapat mewaspadai kondisi tersebut saat melaut.

Shutterstock
Ilustrasi 

Sehingga pihak BMKG mengimbau nelayan supaya dapat mewaspadai kondisi tersebut saat melaut.

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar memprakirakan ketinggian gelombang akan melanda perairan laut di utara Pulau Weh atau Sabang.

Sehingga pihak BMKG mengimbau nelayan supaya dapat mewaspadai kondisi tersebut saat melaut.

Hal itu disampaikan Kasi Data dan Informasi BMKG Bandara SIM, Zakaria Ahmad kepada Serambinews.com, Minggu (17/1/2021).

Zakaria memaparkan, berdasarkan prakiraan dari prakirawan BMKG, hari dan besok, ketinggian gelombang di perairan utara Sabang mencapai 1,2 hingga 2,5 meter.

Baca juga: Info! Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 Kapan Dibuka? Berikut Cara Mendaftar

Baca juga: Komunitas Bonsai Sabang Ngumpul di Kilometer Nol, Silaturahmi Sambil Berbagi Pengetahuan

Baca juga: Liverpool vs Manchester United - Setan Merah dalam Kondisi Prima Siap Tumbangkan Liverpool

“2,5 meter itu memang masih dalam kategori menengah, kalau tinggi itu jika sudah lebih 3 meter. Tapi meskipun 2,5 meter, kita imbau nelayan tetap waspada saat melaut, tetap harus memantau cuaca, karena bisa saja berubah tiba-tiba dengan munculnya awan hujan hingga angin,” ujar Zakaria.

Selain di perairan Sabang, BMKG juga memprakirakan gelombang yang mencapai 2,5 meter akan terjadi di wilayah Samudera Hindia dan Selat Malaka bagian utara.

Sedangkan perairan Banda Aceh-Sabang kondisi gelombang sangat normal dan layar untuk pelayaran, yaitu 0,5 hingga 1,2 meter. Kata Zakaria, dalam dua hari kedepan memang tidak ada perairan yang diperkirakan akan gelombang tinggi hingga tiga meter.

“Kalau kita lihat memang relatif aman hingga beberapa hari kedepan, tapi yang namanya di laut kan harus selalu waspada. Karena bisa saja muncul awan-awan konvektif, awan hujan, itu bisa juga menyebabkan timbulnya angin kencang dan tingginya gelombang,” jelas Zakaria. (*)



Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved